ENEWS, MAJENE ••》 Nilai siri’ dalam budaya Mandar didorong untuk dimaknai sebagai prinsip yang melindungi martabat manusia, khususnya perempuan dan anak, bukan menjadi alasan untuk membenarkan kekerasan maupun membungkam korban.
Hal tersebut disampaikan Direktur Kartini Manakarra, Dian Diniati, dalam Festival Sure’ Fest 2026 di Lapangan Bura’ Sendana, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat (2/10/2026).
Festival yang diikuti siswa-siswi SMP dan SMA se-Kecamatan Sendana itu menjadi ruang edukasi mengenai Kekerasan Berbasis Gender (KBG) sekaligus membahas pemaknaan nilai budaya dalam konteks perlindungan kelompok rentan.
Dian mengatakan, siri’ memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Mandar sehingga dapat menjadi kekuatan sosial untuk menjaga kehormatan dan keselamatan manusia.
“Bagaimana siri’ dapat menjadi nilai yang melindungi martabat manusia, bukan justru menjadi alasan untuk membenarkan kekerasan, membungkam korban, atau membatasi pilihan perempuan dan anak,” ujar Dian.
Menurutnya, pemaknaan siri’ yang berorientasi pada penghormatan terhadap manusia dapat menciptakan ruang yang lebih aman bagi korban KBG untuk memperoleh perlindungan dan layanan.
“Kami ingin membangun pemaknaan siri’ yang menjunjung martabat, penghormatan, tanggung jawab, perlindungan, dan keselamatan setiap orang,” katanya.
Dian menegaskan, pencegahan KBG membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, komunitas, media, lembaga layanan, keluarga hingga masyarakat perlu terlibat secara berkelanjutan.
“Pencegahan kekerasan berbasis gender tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja,” tegasnya.
Ia juga menilai edukasi kepada pelajar penting untuk membangun pemahaman sejak dini mengenai hak, batas diri, penghormatan terhadap orang lain, serta perlindungan terhadap korban kekerasan.
Festival Sure’ Fest 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kolaborasi Forum Multipihak Kabupaten Majene dalam mendorong kebijakan dan penganggaran untuk penghapusan KBG.
Kartini Manakarra dalam kegiatan tersebut mendapat dukungan Institut KAPAL Perempuan dan Plan Indonesia untuk membangun ruang pembelajaran, memperkuat jejaring, serta mendorong kolaborasi multipihak dalam pencegahan dan penghapusan kekerasan berbasis gender.
Melalui forum tersebut, nilai siri’ Mandar didorong tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi diterjemahkan dalam sikap dan tindakan yang menjaga martabat serta keselamatan perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Jurnalis: Hasbi Waluyo






