ENEWSINDONESIA.COM, BANTAENG ▪︎ Kifli, seorang remaja asal Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan harus mendapatkan perawatan intensif di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar akibat pengeroyokan brutal yang dilakukan beberapa orang terhadap dirinya.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian yang dialami Kifli tersebut terjadi pada Jumat (22/12/2023) sekira pukul 17.00 Wita lalu di Pajjukuang, Kabupaten Bantaeng.
Kejadian itu bermula ketika sedang melintas dan tiba-tiba dilempari batu oleh sekelompk pemuda hingga korban terjatuh.
Tak sampai di situ, saat terjatuh, korban bahkan dianiaya secara bersama-sama.
Akibat kejadian itu, korban dilarikan ke rumah sakit dan peristiwa penganiayaan itu dilaporkan oleh orang tua korban ke Polres Bantaeng dengan Nomor: LP/B/448/XII/2023/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN.
Hingga hari ini (31/12/2023), kondisi korban belum menunjukan pemulihan signifikan dan masih terbaring lemah di rumah sakit.
“Akibat penganiayaan ini, ingatan korban masih terganggu, efek dari benturan batu dan bekas operasi,” ungkap Jasman, ayah korban.
Selain itu, Jasman juga menjelaskan bahwa, putranya masih mengalami trauma serius akibat kejadian tragis itu.
Salah satu aktivis mahasiwa, M. Ilham, ketua asrama 3 HPMB mengaku telah mengkonfirmasi pihak kepolisian terkait kasus ini namun mendapatkan respon yang minim.
Ilham menilai kepolisian di Polres Bantaeng tidak maksimal dan kurang profesional dalam menangani insiden tersebut.
“Hingga saat ini, hanya satu dari banyak pelaku yang berhasil ditangkap, sementara yang lain masih berkeliaran,” ucap Ilham.
Pihak keluarga dan sejumlah aktivis mahasiswa prihatin dengan kasus ini. Apalagi, Kifli (korban. Red) merupakan anggota dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB).
“Kami berharap pihak kepolisian terkhusus di Polres Bantaeng untuk menuntaskan kasus ini dengan baik,” pungkas Ilham kepada Enewsindonesia.com, Ahad (31/12/2023).
Jurnalis: Ikbal Tehuayo






