ENews, Bulukumba •• Kasat Reskrim Polres Bulukumba Iptu Muhammad Ali mengungkapkan, korban ledakan bom yang menggegerkan warga Desa Lolisang, Kecamatan Kajang bernama Jusmawati (43) diduga ada kesalahan saat merakit bom ikan.
“Saat ini, penyidik masih mendalami apakah kegiatan merakit bom ikan tersebut ditujukan untuk kepentingan pribadi atau komersial,” jelas Iptu Muhammad Ali saat gelaran konferensi pers di Mapolres Bulukumba, Rabu (2/7/2025).
Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam proses sterilisasi, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti antara lain;
– Sumbu berwarna merah berisi serat hitam sepanjang 3.000 meter;
– 6 kotak detonator sumbu (nonel) buatan India sebanyak total 592 unit dengan rincian 6 Box (Box 1: 92 pcs, Box 2–6: masing-masing isi 100 pcs);
– 1 tabung aluminium (58 mm x 6 mm) berisi serbuk warna kuning;
– 266 batang tabung aluminium kecil (35 mm x 4 mm) aluminium sisa ledakan;
– Kapas penutup tabung;
– 2 buah gunting dalam keadaan rusak;
– Dan dua unit telepon genggam milik korban yang mengalami kerusakan akibat ledakan.
Saat ini kata dia, jenazah korban ledakan telah dikebumikan oleh pihak keluarga.
“Pihak keluarga korban menyatakan penolakan terhadap autopsi melalui surat pernyataan resmi dan telah memakamkan korban pada Rabu siang tadi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kapolres Bulukumba mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan bom ikan dalam aktivitas penangkapan ikan.
Selain membahayakan keselamatan kata Kapolres, hal tersebut juga merusak ekosistem laut dan melanggar hukum.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Waka Polres Bulukumba Kompol Syafaruddin, Kaden Gegana Kompol Mansyur, dan Kasubden Jibom AKP Syamsuddin.
Sebelumnya diwartakan, seorang ibu rumah tangga (irt) yang dikenal dengan nama Jaso (Jusmawati) diduga bunuh diri dengan meledakkan bom ikan ditangannya.
Namun kepolisian menampik informasi itu, korban disebut sedang merakit bom ikan namun terjadi kesalahan hingga bom itu meledak dan menewaskan Jusmawati.
Dari informasi yang dihimpun ENews Indonesia dari kerabat korban, korban disebut juga pernah tersandung kasus narkoba dan rencananya akan berangkat ke nega Filipina.
“Ibu Jaso baru-baru dari Filipina dan rencananya mau ke Filipina lagi,” ungkap salah seorang kerabat korban kepada ENews Indonesia yang meminta identitasnya tak disebutkan karena sensitivitas informasi, Selasa (1/7/2025). (Red)






