Pemkab Bone Launching Uji Coba Pembelajaran Mulok Pangan Lokal pada 33 Sekolah

Foto: Sesi berpose bersama peserta uji coba pembelajaran mulok pangan lokal. (Dok. Enews)

ENEWS PENDIDIKAN •• Pj Bupati Bone melalui Pj Sekretaris Kabupaten Bone, Drs A Fajaruddin, MM launching uji coba pembelajaran Muatan Lokal (Mulok) Pangan Lokal Untuk Ketahanan Iklim pada Kamis, 24 Oktober 2024 pagi tadi di Helios Hotel & Convention, Jl Salak Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Peluncuran Mulok Pangan Lokal tersebut akan diujicobakan pada 33 sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sederajat.



“Kurikulum mulok pangan lokal ini akan diujicoba di 18 SD dan 15 SMP. Kurikulum ini akan diujicoba dalam bentuk intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Hasil uji coba akan dievaluasi, sebelum kurikulum diterapkan lebih luas, ” kata A. Fajaruddin di hadapan pengawas, kepala sekolah, guru penggerak sebagai peserta Bimtek saat Fajaruddin membacakan sambutan Pj Bupati Bone.

“Disdik Bone bekerja sama dengan ICRAF Indonesia, telah menggodok kurikulum mulok pangan lokal sejak Maret 2024, ” katanya.

Kadisdik Bone itu membeberkan bahwa Disdik membentuk tim pengembang kurikulum diketuai oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, dan beranggotakan guru pelopor dari sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Bone serta peneliti ICRAF.

Menurut FAO, ada empat pilar ketahanan pangan yakni ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas.

“Pangan lokal mendukung ketahanan pangan dengan memperkuat tiga dari empat pilar tersebut, yaitu kesediaan, akses, dan pemanfaatan,” tambahnya.

Fajaruddin juga menjelaskan, pangan lokal sudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.

“Sehingga lebih tahan hama dan penyakit. Selain itu, mengonsumsi pangan lokal juga dapat mengurangi emisi karbon karena mempersingkat rantai pasok, ” tegasnya.

Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr Ade Fariq Ashar S.STP M.Si, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ICRAF di Bumi Arung Palakka.

Kata Ade, ICRAF Indonesia saat ini tengah melaksanakan kegiatan riset-aksi Land4Lives di Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Sulsel, lokus kegiatan Land4Lives adalah Kabupaten Bone.

”Kerjasama dengan dinas pendidikan untuk mengembangkan kurikulum pangan lokal untuk ketahanan iklim adalah salah satu fokus Land4Lives, ” ungkapnya.

Land4Lives bertujuan memperkuat penghidupan dan ketahanan masyarakat rentan di hadapan tantangan perubahan iklim. Kegiatan riset-aksi ini disokong oleh Pemerintah Kanada, dan dilaksanakan oleh ICRAF Indonesia di bawah arahan  Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas.

Research Assistant ICRAF Indonesia dengan spesialisasi di bidang pangan dan gizi, Balgies Devi Fortuna, menjelaskan bahwa kurikulum tentang pangan lokal penting karena pangan lokal dapat membantu menguatkan ketahanan pangan di hadapan tantangan perubahan iklim.

“Adapun definisi pangan lokal ialah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal. Perubahan pola cuaca akibat perubahan iklim berdampak pada produktivitas pertanian, mengakibatkan penurunan produksi, meningkatkan serangan hama dan penyakit tanaman, serta gangguan lainnya. Semua ini dapat memengaruhi kesediaan pangan, ” jelasnya secara panjang lebar.

Koordinator ICRAF Wilayah Sulsel, Muhammad Syahrir pada laporannya mengungkapkan.

Land4Lives adalah kegiatan riset-aksi yang dilaksanakan oleh ICRAF Indonesia dengan sokongan pemerintah Kanada.

Kegiatan riset-aksi ini bertujuan memperkuat komunitas rentan di Indonesia, termasuk perempuan dan anak-anak perempuan, dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Land4Lives bermitra dengan 12 desa di Kabupaten Bone untuk menguatkan penghidupan dan ketahanan pangan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang tangguh iklim, ” tegasnya.

World Agroforestry (ICRAF) adalah lembaga riset yang berfokus pada agroforestri, yaitu sistem penggunaan lahan yang menggabungkan pepohonan dengan pertanian dan/atau peternakan.
ICRAF Indonesia meneliti dan mengembangkan praktik agroforestri, melatih petani, dan mempengaruhi kebijakan untuk mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan lestari.

ICRAF Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan melalui agroforestri.

Jurnalis: Rosdiana Sulja





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan