Prof Gufran: Dibutuhkan Sinergitas Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sulbar

Prof Gufran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat

ENEWS PENDIDIKAN •• Dalam rangka pemulihan pembelajaran akibat pandemic covid-19, Badan Standar Kurikulum dan Assesmen Pendidikan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek menggelar Workshop Sosialisasi Kurikulum, Jumat (7/1/2022).

Kegiatan workshop itu digelar di Aula Tammajarra LPMP Provinsi Sulawesi Barat (Sulba).



Hadir sebagai pembicara pada kegiatan itu Anggota DPR RI Komisi X Ratih Megasari, Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek Drs. Zulfikri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar Prof. Gufran Darma Dirawan, Kepala Dinas Pendidikan Polewali Mandar Andi Masri Masdar dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene H. Mithar.

Adapun peserta yang hadir  dari unsur perwakilan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Terbuka, Kemenag, Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Gufran Darma Dirawan mengajak mensukseskan program nasional diantaranya pengisian dapodik dan kurikulum prototype (proses pengembagan) dibutuhkan kolaboratif dan sinergitas.

“Mari kita terus berkolaboratif dan bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju Provinsi Sulawesi Barat yang Maju dan Malaqbi,” ungkap guru besar UNM itu.

Selanjutnya, arahan Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Zulfikri menyampaikan bahwa tahun depan tidak ada kebijakan kurikulum baru, tetapi kebijakan pemulihan.

“Pembelajaran bukan hanya akibat pandemi tetapi dari berbagai akibat, dalam dua tahun ke depan, justru akibat pandemi ini kita disadarkan bahwa masih banyaknya kekurangan pembelajaran didunia pendidikan kita,” tutur Zulfikri.

Zulfikri menambahkan bahwa merdeka belajar bukannlah merdeka bebas melakukan apasaja melainkan merdeka dari belenggu dan merdeka dari sistem guru wajib mendampingi anak secara mandiri pandemi covid memberikan kesadaran kita untuk lebih fokus terhadap pembelajaran berdiskusi dan memberikan masukan.

“Meskipun efektivitas penerapan kurikulum prototype itu terbatas, itu karena kondisi sehingga kurikulum prototype menjadi suatu pilihan. Satuan pendidikan yang telah bergabung dalam barisan Sekolah Penggerak akan dilibatkan,” ucap Plt. Kepala Kurikulum dan Pembelajaran.

Sementara itu, Ratih Megasari menyampaikan bahwa dengan adanya kurikulum prototipe ini nantinya akan melahirkan guru-guru dan siswa-siswi yang berkualitas, mengingat bahwa kita menghadapi learning loss selama pandemi sehingga kurikulum ini menjadikan mitigasi awal masalah pembelajaran kita.

“Kurikulum ini akan berfokus kepada siswa dalam belajar bukan hanya fokus kepada dokumen, dan selanjutnya membuka kegiatan secara resmi,” ungkap Anggota DPR RI itu. (*)





Tinggalkan Balasan