Pelayanan RSUD Hajja Andi Depu Polman Kembali Dikeluhkan

Foto: RSUD Hj Andi Depu Polman. (Ist)

ENEWS POLMAN •• Salah seorang keluarga pasien berinisial SJ (80) mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hajja Andi Depu Polewali Mandar (Polman).

SJ sebelumnya dilarikan ke RSUD Andi Depu diduga karena mengalami stroke.

banner 728x250

Keluarga SJ yang meminta identitasnya tak disebutkan menyampaikan soal dugaan kelalaian perawat dalam menangani orang tua mereka yang dirawat hampir 10 hari di rumah sakit tersebut.

“Kondisi pasien tidak diperhatikan. Perawat cuek, bahkan infusnya tidak diganti sampai-sampai selangnya kotor,” ungkapnya, Kamis 5 Juni 2025.

Ia mengatakan bahwa cairan infus yang tersumbat karena tak pernah diganti membuat tubuh SJ membengkak dan memprihatikan.

“Badannya (SJ) bengkak semua karena cairan tersumbat. Tidak bisa lagi diambil darah, berapa kali disuntik sampai biru-biru semua,” jelas keluarga SJ.

Situasi itu membuat keluarga pasien panik. Bukannya membaik, kondisi SJ justru semakin mengkhawatirkan. Apalagi penjelasan dari perawat disebut minim dan lambat.

“Kalau kondisi seperti ini dianggap biasa, bagaimana nasib pasien lain?” Kata keluarga dengan nada kesal.

Karena tak lagi percaya dengan pelayanan di RSUD Andi Depu, keluarga pasien akhirnya memilih untuk merujuk pasien ke RS Tadjuddin Malik Makassar, Sulsel, setelah sempat disarankan ke RS Wahidin.

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit pemerintah di Kabupaten Polman.

Diketahui, RSUD Hajja Andi Depu berstatus sebagai rumah sakit rujukan, namun dinilai kurang maksimal dalam hal standar pelayanan dan etika tenaga kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim ENews Indonesia mencoba menghubungi pihak Humas RSUD Andi Depu namun belum mendapat respons.

(Hasbi Waluyo)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan