Parah! Pemkab Polman Defisit Anggaran, Pejabat Malah ke Bali

Foto para pejabat dari Pemkab Polman saat studi tiru dengan memboyong keluarga mereka di Bali de tengah defisit anggaran Pemkab Polman. (Ist)

ENEWS POLMAN •• Di tengah isu defisit anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman), Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispop) Polman malah melakukan kunjungan Studi Tiru Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengelolaan Desa Wisata di Bali.

Seperti terlihat dalam foto yang beredar, Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dispop Polman, Aco Musaddad dan juga beberapa Kepala Bidang Dispop Polman bersama keluarga mereka berpose dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan, “Studi Tiru Pengembangan SDM Pengelolaan Desa Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar. Bali, 9-11 Desember 2024”.



Saat dikonfirmasi Enews Indonesia pada Senin (9/12/2024), Kepala Bidang Usaha Wisata, Dispop Polman Iin Sri Nurhaedah Abduh menyebut, sejumlah 15 orang yang berangkat dari Dispop melakukan studi tiru dalam rangka pengembangan SDM dan pengelolaan wisata.

“Kalau di Bidang Usaha Wisata, kami membawa 5 Objek Sadar Wisata yang memiliki Surat Keputusan (SK) dari Bupati (Polman. Red) yaitu, Desa Wisata yang ada di Kecamatan Binuang, Wonomulyo, Bulo, dan Campalagian dua Desa Lapeo dan Laliko. Itu yang masuk 500 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kementerian Pariwisata tahun 2024,” jelasnya.

“Kami juga tidak mau mengambil resiko dengan membawa Desa Wisata melakukan Studi Tiru kalau belum mencapai prestasi dan belum memiliki SK Bupati,” tambahnya.

Lebih lanjut Iin menjelaskan, semua bidang di Dispop melakukan kunjungan Studi Tiru di Bali dengan program yang berbeda.

“Kalau kami di Bidang Usaha Wisata itu kami bawa pengelola Wisata untuk berkunjung ke desa wisata dan ada 5 Desa Wisata yang diikutkan atas izin lisan dan rekomendasi kepala desanya,” ungkapnya.

Dikatakannya, kalau Bidang Pemuda kunjungannya ke Dinas pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Bali dan Bidang Usaha Wisata Dispop Polman kunjungannya ke wisata unggulan di Karangasem, Bali.

Total sebanyak 15 orang diikutkan dalam rombongan bidang usaha wisata, termasuk kepala dispop, pejabat fungsional, pengelola wisata dan penggiat wisata atau kelompok sadar wisata.

Iin juga membeberkan, kegiatan studi tiru tersebut menggunakan anggaran sekitar 40 juta rupiah selama dua hari perjalanan khusus untuk bidang usaha wisata

“Untuk anggarannya yang digunakan khusus bidang usaha wisata tidak banyak, hanya sekitar 40 juta rupiah. Itu untuk akomodasi termasuk tiket pulang pergi. Kita itu akomodasi tiket pulang pergi saja kurang lebih 2,5 juta belum termasuk makan dan penginapannya,” bebernya.

“Kalau bidang yang lain saya tidak tahu, saya tidak bisa mengintervensi karena masing-masing ada teknisnya mereka,” tambahnya.

Iin menjelaskan, anggaran Rp 40 juta tersebut untuk mengakomodasi 15 orang yang ikut dalam rombongan perjalanan. Jika dikalikan, harga tiket yang senilai 2,5 juta perorang itu menghabiskan sebanyak Rp 37 juta 500 ribu, belum termasuk biaya akomodasi makan dan penginapan selama dua hari.

Saat ditanya terkait terkait keluarga yang ikut dalam studi tiru, Iin mengatakan bahwa keluarga yang ikut dalam kegiatan tersebut menggunakan biaya pribadi bukan termasuk dalam akomadasi perjalanan studi tiru.

“Kalau itu pribadi, saya saja suamiku ikut tapi pakai uang pribadi. Tidak ada keterkaitan dengan dinas. Ini kan, akhir tahun, kita juga punya agenda sama keluarga jadi sekalian mi. Tiap akhir tahun memang keluarga kami agendakan itu sebelum saya di pariwisata (Dinas. Red),” pungkasnya.

Pihak Enews Indonesia pun mengkonfirmasi langsung Plt Kadispop, Aco Musaddad terkait kunjungan Studi Tiru ke Bali tersebut namun belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (HW)





Tinggalkan Balasan