Momen Maulid Nabi di Masjid Al-Fatah Hertasning

Foto: Momen perayaan Maulid Nabi di Masjid Al Fatah Hertasning. (Dok. Ikbal/Enews)

“Surah pertama adalah teman-teman dekat atau saudara-saudara kita telah meninggal, dan kedua adalah rambut mulai memutih, artinya semua tanda ini patut kita renungkan agar senantiasa mempersiapkan diri menghadap Allah SWT.”

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR —Sejumlah masyarakat di wilayah RW 09 dan 13, Kelurahan Kassi-Kassi, Kota Makassar turut menghadiri dan meramaikan kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Fatah, jalan hertasning no 11. Sabtu, (7/10/2023) sekira pukul 20.00 WITA.

  banner 728x250   banner 728x250

Tidak hanya orang dewasa, puluhan anak-anak pun terpantau datang meramaikan kegiatan ini, tampaklah Masjid Al-Fatah sebagai rumah bersama untuk berkumpul mempererat tali silaturahim bagi warga masyarakat yang ada di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan Enewsindonesia.com, antusiasnya ibu-ibu panitia dalam menyelenggarakan kegiatan maulid Nabi Muhammad, mereka rela tinggalkan sejenak urusan rumah tangganya dan hadir paling awal di masjid Al-Fatah sekitar pukul 13.15 WITA untuk mempersiapkan perlengkapan konsumsi.

Bertindak sebagai pengganti ketua panitia dalam menyampaikan sambutan kepanitiaan, Munir yang juga merupakan sekretaris panitia mengungkapkan, bahwa kegiatan maulid ini merupakan tradisi yang sudah kita jalani sejak zaman dulu, ia merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggara acara ini, baik berupa tenaga maupun harta benda hingga acara ini dapat diselenggarakan,” ucap Munir menambahkan.

Munir juga mengharapkan semoga bantuan bapak ibu akan menjadi ladang pahala sebagai bekal di akhirat kelak.

Selain itu, ketua Dewan Kemakmuran Masjid ( DKM ) Al-Fatah H. Natsir Barlin dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Masjid yang tampak seperti bapak ibu saksikan ini dibangun tanpa gambar.

Ia juga mengapresiasi bapak Taufiq Jafar dan Bapak Jalaludin yang juga hadir saat itu, sebab ide-ide dan kerja mereka jugalah yang membuat masjid Al-Fatah seperti yang sekarang ini.

Pada kegiatan ini, yang mengisi ceramah adalah Ustadz Salahudin Rahman Al Ayyubi. Dalam ceramahnya, ia menaburkan hikmah-hikmah yang bisa kita teladani dari baginda Rasulullah SAW.

Salah satunya adalah Nabi Muhammad SAW sejak kecil tidak perna mengambil hak saudaranya. Artinya, dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita patut mencontohi beliau dengan tidak berlaku curang, serakah, tamak serta merampok bukan yang hak.

Ustadz Al Ayyubi juga memberi nasehat bagi hadirin semua, bahwa sebenarnya Allah SWT telah mengirimkan surat kematian kepada kita.

“Surah pertama adalah teman-teman dekat atau saudara-saudara kita telah meninggal, dan kedua adalah rambut mulai memutih, artinya semua tanda ini patut kita renungkan agar senantiasa mempersiapkan diri menghadap Allah SWT,” tuturnya.

Kegiatan pun berjalan sesuai harapan bersama, dan diakhiri dengan foto bersama. (ikbal Tehuayo)

banner 728x250  
Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan

error: waiittt