ENEWS  

Martina Majid, Aktivis Bone yang Teguh Mengawal Hak Perempuan dan Anak

Fasilitator Daerah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Martina Majid SH. (ENews)

ENEWS, BONE ••》Nama Martina Majid sudah tidak asing di kalangan pegiat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Perempuan kelahiran Bone, 8 April 1980 itu dikenal aktif melakukan pendampingan hukum, edukasi, hingga advokasi kebijakan bagi kelompok rentan sejak lebih dari dua dekade terakhir.



Jurnalis ENews Indonesia kembali bertemu Martina Majid saat melakukan pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan di Mapolres Bone, Senin (11/5/2026). Sebelumnya, Jurnalis ENews Indonesia sering bertemu Martina pada beberapa kasus kekerasan perempuan.

Di tengah proses pendampingan korban, Martina menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

“Korban kekerasan perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan akses keadilan yang layak. Pendampingan ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga memastikan korban merasa aman dan tidak sendiri menghadapi persoalan yang dialami,” ujar Martina Majid.

Martina Majid, S.H memulai kiprahnya sebagai pegiat sosial perempuan dan anak sejak tahun 2003.

Ia bergabung bersama jaringan aktivis perempuan se-Sulawesi Selatan dan aktif melakukan sosialisasi serta edukasi hingga ke tingkat akar rumput.

Selain itu, Martina juga intens melakukan pendampingan terhadap kader-kader perempuan di berbagai wilayah.

Pengabdiannya semakin luas ketika ia terlibat sebagai tenaga pendamping hukum perempuan dan anak.

Dalam perjalanannya, Martina menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan mitra strategis.

Ia pernah mengelola program bersama Institut Community Justice (ICJ) Makassar dalam advokasi kebijakan pencegahan perkawinan anak.

Ia juga bekerja sama dengan LBH Makassar dalam isu pendampingan penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum.

Atas dedikasinya di bidang sosial dan kemanusiaan, Martina Majid pernah menerima penghargaan sebagai salah satu Perempuan Inspiratif Sulawesi Selatan bidang sosial pada tahun 2024.

Saat ini, Martina mengemban sejumlah amanah penting, di antaranya sebagai pekerja sosial bidang hukum perlindungan perempuan dan anak, Direktur Program Lembaga Perempuan Bandringau Berkeadilan (LPB2) Bone, serta Fasilitator Daerah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Perjalanan pendidikan Martina dimulai di SD Inpres 10/73 Bajoe, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Bajoe dan SMA Negeri Bajoe. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Andi Sudirman.

Tidak hanya aktif di lapangan, Martina juga memperkuat kapasitasnya melalui berbagai pendidikan dan pelatihan. Di antaranya Diklat Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Kemenkumham di Depok, pendidikan paralegal pendamping hukum perempuan di Rifka Annisa Yogyakarta, hingga pendidikan anggaran di Seknas FITRA Jakarta.

Ia juga pernah menjadi Program Officer (PO) Program BaKTI MAMPU di Bone, Sekretaris Cabang KPI Bone, serta demisioner Presidium Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sulsel.

Dedikasi panjang Martina Majid menjadi bukti nyata konsistensi seorang aktivis perempuan dalam memperjuangkan perlindungan hak-hak perempuan, anak, dan kelompok rentan di Kabupaten Bone maupun Sulawesi Selatan. (Red)





Tinggalkan Balasan