ENEWS, SINJAI ••》Kematian mendadak kembali terjadi pada hewan ternak di Kabupaten Sinjai. Setelah ratusan ayam di Kecamatan Sinjai Utara dilaporkan mati mendadak, kini tujuh ekor sapi milik warga di Dusun Sengkang, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, juga ditemukan mati dengan gejala serupa.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai menyebut kematian sapi tersebut terjadi secara bertahap sejak 20 September hingga 1 Oktober 2026.
Sapi-sapi tersebut dilaporkan mengalami gejala perut kembung dan mulut berbusa sebelum mati.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Syamsul Alam, mengatakan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan penyakit Anthrax. Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan diagnosis banding terhadap penyakit Jembrana dan kemungkinan keracunan.
“Sejak beberapa hari ini sebanyak tujuh ternak jenis sapi Bali meninggal dengan gejala perut kembung dan mulut berbusa. Untuk sementara diagnosis kematian mendadak sejumlah hewan di Desa Talle yakni penyakit Anthrax, dengan diagnosis banding Jembrana dan keracunan,” ujar Syamsul Alam kepada EnewsIndonesia, Kamis (1/10/2026).
Ia merinci, kematian pertama terjadi pada 20 September 2026, yakni seekor sapi jantan milik Alimuddin berusia satu tahun.
Kemudian pada 22 September, seekor sapi betina milik Abida berusia tujuh tahun juga mati.
Selanjutnya, pada 25 September, dua ekor sapi milik Ilham mati. Masing-masing sapi betina berusia lima tahun dan sapi jantan berusia 1,5 tahun.
Pada 30 September, dua ekor sapi milik Esse kembali ditemukan mati. Keduanya merupakan sapi betina berusia enam dan tujuh tahun.
“Dan hari ini, satu ekor sapi milik Bapak Cemmaleng mati. Jenis kelamin betina, berumur sembilan tahun,” bebernya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya edukasi kepada pemilik ternak, penerapan biosecurity, isolasi ternak, pemberian vitamin, serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan Anthrax tersebut masih bersifat diagnosis sementara dan belum menjadi hasil konfirmasi laboratorium.
Sebelumnya, kematian mendadak juga terjadi pada unggas di Kecamatan Sinjai Utara. Sebanyak 322 ekor ayam milik warga dilaporkan mati dengan diagnosis sementara Newcastle Disease (ND) patogen.
Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak di Kabupaten Sinjai menjadi perhatian, khususnya untuk mencegah penyebaran penyakit ke ternak lainnya. (Asrianto)






