ENEWS POLMAN — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Polewali Mandar (Polman) belum serahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran dana hibah tahun 2024 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman.
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispop) melalui Kepala Bidang Olahraga, Mawardi Lahamuddin saat ditemui di Polewali mengatakan Ketua KONI Polman belum menyerahkan LPJ penggunaan dana hibah tahun 2024.
Mawardi menjelaskan bahwa Pemkab Polman melalui Dispop sudah memfasilitasi proses pengajuan dan pencairan bantuan dana hibah untuk KONI Polman.
“Pada tahun 2024 anggaran KONI itu senilai Rp.1 miliar lebih tetapi proses pemberiannya itu dua kali bayar. Tahap pertama itu Rp500 juta dan tahap kedua itu Rp.500 juta jadi 1 miliar,” jelas Mawardi saat ditemui Enews Indonesia, Rabu (22/1/2025).
Mawardi mengakui bahwa proses pencairan tahap kedua di akhir tahun kemarin memang agak lambat.
Menurutnya, setiap anggaran yang digunakan oleh KONI memberikan pelaporan ke pemerintah daerah agar bisa dipastikan bahwa anggaran yang berikan ke KONI berjalan sesuai penggunaannya ke cabang olahraga (Cabor).
“Kami sebagai pemerintah daerah memiliki tugas untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terkait bantuan dana hibah yang diberikan ke masing-masing Cabor. Apakah itu jelas peruntukannya ke Cabor atau tidak,” terang Mawardi.
Pihaknya saat ini menunggu KONI Polman untuk segera menyerahkan LPJ. Menurut Mawardi seharusnya setiap kegiatan yang dibiayai oleh KONI di sampaikan LPJ-nya.
“Sebelumnya pihak KONI sudah melaporkan ke kami bahwa anggaran KONI sudah digunakan tapi masih ada saldo sekitar Rp30 juta dan mereka tidak menjelaskan secara rinci bahwa Cabor ini yang mendapat pembiayaan,” kata Mawardi.
“Kita sudah sampaikan bahwa anggaran yang ada di KONI itu semua untuk Cabor. Karena uang yang diberikan itu dalam rangka peningkatan prestasi di Cabor,” ucapnya.
Sementara, Ketua KONI Polman, Sakinah saat dikonfirmasi Enews Indonesia terkait alasan sehingga belum menyerahkan LPJ ke pemerintah daerah menjelaskan masih ada cabor yang belum memasukkan LPJ-nya ke KONI.
“Kami belum serahkan ke pemerintah daerah LPJ KONI karena dari 15 Cabor yang mendapatkan bantuan baru enam yang menyerahkan LPJ-nya ke kami dan yang lainnya sementara menyusul,” jelasnya, Kamis (23/1/2025).
Ditanya terkait berapa Cabor yang mendapat bantuan dana hibah tahun 2024, Sakinah menyampaikan bahwa ada 15 Cabor yang memasukkan proposal permohonannya ke KONI dan sudah dibantu oleh bendahara. (Hasbi Waluyo)






