Bone  

Kolaborasi OJK-TPAKD Bone Perkuat EPIKS dan EKI Perdesaan

Foto: Penyerahan Buku Tabungan kepada santri. (Dok. ENews)

ENews, Bone •• Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal ini Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menjalin hubungan baik selama ini dengan Pemerintah Kabupaten Bone guna meningkatkan akses layanan keuangan masyarakat terhadap jasa keuangan formal, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sinergi dan kolaborasi kedua belah pihak pun senantiasa terjalin dalam komunikasi intens melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bone, yang memiliki program utama dalam mengakselerasi literasi keuangan.



Bahkan baru-baru ini, OJK Wilayah Sulselbar menyambangi Bumi Arung Palakka sebagai pusat pelaksanaan kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2025 yang juga menjadi program TPAKD.

Mengusung tema “Cemerlang” (Cerdas Menabung Untuk Indonesia Emas dan Gemilang), kegiatan pertama yakni pelaksanaan program Ekosistem Pesantren Keuangan Inklusif Syariah (EPIKS) di Pesantren Al Amir Fil Jannah Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Rabu, 20 Agustus 2025 lalu.

Dihadiri langsung Kepala OJK Wilayah Sulselbar, Moch. Muchlasin dan disambut langsung Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs A Gunadil Ukra MM mewakili Bupati Bone.

Di hadapan para santri beserta para ustad dan ustadzahnya, Muchlasin menjelaskan akses keuangan (inklusi keuangan) berupa gerakan secara masif dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga tingkat pedesaan, dan optimalisasi akses kredit/pembiayaan bagi UMKM sektor unggulan daerah.

“Dalam pelaksanaan program TPAKD , sebagian besar bersifat multiyears (berlanjut dari tahun sebelumnya) antara lain Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) melalui program
fasilitas akses keuangan pada sektor komoditi unggulan daerah, ” bebernya.

Juga ada Program Ekosistem
Keuangan Inklusif (EKI) wilayah Perdesaan; Program gemar menabung Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

“Program Ekosistem Pesantren Keuangan Inklusif Syariah (EPIKS); serta Program edukasi keuangan secara masif hingga ke tingkat pedesaan melalui Layanan Literasi dan Inklusi Keuangan ke Daerahku (Layarku), ” jelasnya panjang lebar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tanete Riattang Timur, Kabag Perekenomian Setda Kabupaten Bone beserta staf sebagai sekretariat TPAKD kabupaten, Direktur Pemasyaran dan Syariah Bank Sulselbar, Kepala Kantor Perwakilan LPS Makassar hingga para tokoh ponpes dan tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran para tokoh ini menjadi wujud nyata bahwa menabung bukan hanya urusan individu, melainkan gerakan bersama untuk membangun bangsa.

Sementara Bupati Bone yang diwakili Asisten Bidang Ekbang Setda Bone mengapresiasi kegiatan yang digelar OJK.

“Bahwa literasi keuangan bukan hanya tentang uang, melainkan tentang kemandirian, tanggung jawab, dan ikhtiar menuju kehidupan yang lebih baik, ” katanya.

“Para santri belajar bahwa menabung adalah langkah kecil yang menyelamatkan langkah besar di masa depan,” sambungnya.

Kegiatan selanjutnya, Kamis 21/8/2025 Launching Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Bacu Kecamatan Barebbo,
mengusung tema ‘Inklusi keuangan untuk semua’!

“Launching ini menjadi langkah nyata memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan keuangan formal, ” tegas Muchlasin.

Lebih lanjut kata Kepala OJK Sulselbar ini, bersama pemerintah, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya hingga masyarakat desa sebagai pelaku utama bisa mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

“Dengan demikian keberadaan program ini dapat menjembatani kesenjangan akses keuangan di wilayah pedesaan sekaligus mendukung program nasional dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

(Rosdiana Sulja)





Tinggalkan Balasan