banner 728x250 . banner 728x250

Halangi dan Usir Jurnalis saat Meliput, Kades Nangahale dan Kadus Namandoi Dipolisikan

Foto: Faidin menyerahkan laporan ke Wakapolres Sikka didampingi jurnalis Jawapos Group sekaligus penasehat media di Kabupaten Sikka, Karel Pandu.

ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Polemik pengusiran jurnalis Enews Indonesia saat melakukan peliputan di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur terus bergulir.

Jurnalis Enews Indonesia, Faidin bersama sejumlah wartawan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kabupaten Sikka mengadukan hal ini di Mapolres Sikka dan diterima langsung oleh Wakapolres Sikka, Kompol Ruliyanto Junaedi Putera Pahroen,  Selasa (17/1/2023).

banner 728x250

”Laporan pengaduan tadi diterima Wakapolres karena pak Kapolres sedang melaksanakan tugas di luar kantor, yang kami adukan yakni Kades Nangahale dan Kadus Namandoi. Saya sempat bersitegang dengan kepala desa dan Kadus Namandoi saat peliputan terkait bantuan sosisal itu,” kata Faidin.

Terpisah, kuasa hukum media Enews Indonesia, Muhammad Ashar Abdullah, SH.,MH.,Li menyatakan bahwa Kades beserta beberapa perangkatnya telah melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 tentang tugas pokok dan fungsi pers.

“Dalam UU tersebut bahwa bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka tersebut dapat dikenakan hukuman selama dua tahun penjara dan dikenakan denda sebesar Rp500 juta rupiah,” terang Ashar Abdullah.

Ashar berharap, aparat kepolisian setempat menindak tegas oknum yang telah menghalang-halangi wartawan saat peliputan.

”Jangan sampai hal seperti ini dibiasakan dan terus berulang. Mohon untuk ditindak tegas,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *