banner 728x250
Sulbar  

Gempa Susulan di Sulbar, Jembatan Runtuh Poros Majene-Mamuju Dipastikan Hoax

ENEWSINDONESIA.COM, SULBAR – Terjadi gempa bumi susulan yang mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jum’at (15/01/2021) dini hari tadi.

 

banner 728x250

Diketahui gempa bumi yang berkekuatan Mag : 6,2 Sr pada jam 02:28 Wita, lokasi: 2,98 LS,118 94 BT ( 6 kilometer Majene Sulbar), dengan kedalaman 10 kilometer.

 

Laporan sementara TIM BPBD Mamuju, 4 orang tewas akibat gempa dini hari tadi dimana diantaranya berprofesi sebagai Protokol Pemkab Mamuju atas nama Fahri.

 

Gempa yang mengguncangkan Bumi Manakarra ini, membuat sejumlah akses jalan dan jembatan yang terhubung ke Mamuju terputus. Kantor Gubernur dan hotel maleo rusak berat. Serta RS Mitra Manakarra ambruk rata dengan tanah membuat pasien dan perawat terjebak direruntuhan bangunan.

 

 

BPBD telah melakukan penanangan darurat terkait korban luka dengan melakukan evakuasi dan mendirikan posko pengungsian.

 

Gempa susulan ini lebih besar dari gempa sebelumnya, sehingga BMKG menghimbau masyarakat agar tetap waspada.

 

Kemudian, sepanjang jalan poros Majene-Mamuju terdapat 3 titik longsor yang mengakibatkan akses jalan terputus, disusul lagi dengan beberapa kerusakan yang terjadi, di antaranya terdapat 62 unit rumah warga yang rusak, 1 unit Puskesmas, dan 1 unit Kantor Danramil Malunda.

 

Nurhidayat, salah satu warga Majene menerangkan bahwa informasi yang beredar di Media Sosial tentang jembatan runtuh di Jalan Poros Majene-Mamuju di pastikan hoax.

 

“Beredar di Media Sosial itu jembatan runtuh di Jalan Poros Majene-Sulbar itu hox, alhamdulillah jembatan baik-baik saja, cuma ada beberapa lokasi di Jalan yang longsor,” kata dia.

 

Dari keterangan Sekertaris BPBD Kabupaten Majene yang sempat di konfirmasi bahwa pihaknya Sampai saat ini masih melakukan pendataan dan mendirikan beberapa tempat pengungsian sementara.

 

Untuk saat ini update data pengungsi gempa kecamatan malunda kabupaten Majene terdapat 530 KK di Kelurahan Malunda, 437 KK di Kelurahan Lamungan Batu, 340 KK di Desa Kayu Angin, dan 420 KK di Desa Lombong,” rilis Kalaksa dan Sekertaris BPBD Kabupaten Majene.

Reporter: Muh.Saad, Yusran (kontributor Polman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *