Kapal Barang Diduga Langgar Aturan Angkut Sapi di Majene

Foto: Kapal pengangkut barang diduga milik oknum anggota DORD Majene dipergunakan mengangkut sapi ke Kalimantan. (Dok. ENews)

ENEWS, MAJENE •• Aktivitas pengiriman hewan ternak sapi dari Provinsi Kalimantan meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Pantauan ENews Indonesia, Pelabuhan Palipi di Desa Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai dipadati aktivitas bongkar muat sapi.



Namun, di balik meningkatnya distribusi ternak tersebut, muncul dugaan pelanggaran dalam proses pengangkutan.

Salah satu kapal yang digunakan untuk mengangkut sapi diduga tidak sesuai spesifikasi dan melanggar ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut bukan kapal khusus pengangkut hewan ternak, melainkan kapal angkutan barang, sebagaimana tercantum dalam dokumen perizinannya.

Selain itu, jumlah sapi yang dimuat disebut melebihi kapasitas ideal kapal.
Seorang sumber ENews Indonesia menyebutkan bahwa kapal pengangkut ternak seharusnya memiliki desain dan fasilitas khusus untuk menjamin keselamatan serta kesejahteraan hewan selama pelayaran.

“Pengangkutan ternak wajib menggunakan kapal khusus sesuai aturan. Kapal yang dipakai selama ini justru kapal barang, bukan kapal yang dirancang untuk ternak. Kapasitas muatan pun seharusnya dibatasi,” ungkap sumber tersebut, Ahad (4/5/2025).

Sumber itu juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari pihak berwenang atas aktivitas tersebut. Ia bahkan menyebut kapal dimaksud diduga milik seorang oknum anggota DPRD Majene.

“Kenapa kapal ini bisa terus beroperasi? Apakah ada pembiaran atau dugaan kerja sama dengan pihak tertentu?” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Majene, Iptu Armin, mengaku belum mengetahui secara detail terkait perizinan kapal pengangkut sapi tersebut.

“Terkait dokumen kapal dan prosedur pengangkutan ternak, silakan dikonfirmasi ke Kantor Perhubungan Laut wilayah Majene,” kata Iptu Armin kepada ENews Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perhubungan Laut Majene belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan kapal yang tidak sesuai spesifikasi dalam pengangkutan sapi tersebut.

Jurnalis: Arfan Renaldi





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan