Diduga Bongkar Muat BBM Subsidi, Mobil Bertangki Modifikasi Terbakar di Polman

ENEWS, POLMAN ••》Sebuah mobil Toyota Kijang yang diduga digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan tangki modifikasi terbakar di kawasan BTN dekat SPBU Sarampu, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari mobil tersebut saat berlangsung aktivitas bongkar muat BBM. Kobaran api dengan cepat membesar karena banyaknya bahan bakar di lokasi, lalu merambat ke teras rumah di sekitar tempat kejadian.

banner 728x250

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar, Imran, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit armada dan 12 personel setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menurunkan tiga unit armada dari pos induk bersama 12 personel untuk melakukan pemadaman,” kata Imran kepada ENews Indonesia, Minggu (19/7/2026).

Menurut Imran, petugas menghadapi kendala karena besarnya volume BBM yang berada di lokasi sehingga api sulit dikendalikan dan berpotensi membahayakan personel.

“Kendala utama di lapangan adalah banyaknya volume BBM di sekitar lokasi yang diduga berasal dari mobil Kijang dengan tangki modifikasi tersebut,” ujarnya.

Selama proses pemadaman, tiga tangki mobil pemadam bahkan sempat kehabisan air.

Petugas kemudian menggunakan pasir dan batu untuk membantu memutus penyebaran api hingga akhirnya kebakaran berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian.

Hingga kini, Damkar belum dapat memastikan jenis BBM yang terbakar, apakah Pertalite atau Solar, termasuk asal distribusinya.

“Belum bisa dipastikan apakah BBM tersebut berasal dari SPBU Polewali atau SPBU Sarampu,” tambah Imran.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku lokasi tersebut diduga kerap dijadikan tempat bongkar muat BBM subsidi.

Dugaan adanya aktivitas penimbunan maupun distribusi BBM ilegal kini menjadi perhatian menyusul insiden kebakaran tersebut.

Meski demikian, dugaan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum.

Peristiwa ini kembali menyoroti pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di Polewali Mandar.

Aparat kepolisian dan instansi terkait didorong mengusut penyebab kebakaran, asal-usul BBM yang terbakar, legalitas kendaraan bertangki modifikasi, serta dugaan aktivitas bongkar muat yang berlangsung di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Polewali Mandar maupun Pertamina terkait dugaan aktivitas BBM subsidi tersebut maupun hasil penyelidikan penyebab kebakaran.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. (Hasbi Waluyo)





Tinggalkan Balasan