BONE, SULSEL •• Setahun berproses, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus menggeliat dalam upaya meretas stigma negatif yang sebelumnya sempat viral akibat sejumlah titik yang terkesan kumuh lantaran sampah yang banyak berserakan.
Kini, upaya yang diakui telah melibatkan berbagai pihak tersebut telah membuahkan hasil yang dinilai signifikan. Lingkungan di kelurahan ini dinyatakan berhasil keluar dari stigma zona kumuh dan kotor.
Hal ini pun dibenarkan dari pantauan dari sejumlah sumber, perubahan besar terutama di sektor kebersihan lingkungan bisa disaksikan, seperti yang turut ditegaskan dari salah satu warga pengguna jalan.
“Di sektor kebersihan saya akui dan saksikan terjadi perubahan besar. Saya setiap hari mengantar istri untuk bekerja di lingkungan Kelurahan Biru. Dulunya memang kotor, banyak titik sampah tidak terkelola dengan baik hingga terlihat jorok. Sekarang, kita bisa lihat sendiri, sudah bersih dan tertata dengan baik,” kata warga setempat, Andi Asrul.
Dari penilaian sejumlah pihak, keberhasilan dalam mengentaskan dan menanggulangi masalah sampah ini tak bisa lepas dari kontribusi besar pemimpin wilayah saat ini.
Lurah yang belum genap setahun menjabat disebut-sebut memiliki peran penting dan kinerjanya layak diapresiasi.
“Hal pertama yang saya lakukan ketika diberikan amanah menjadi lurah di Biru, yakni berupaya menjadi contoh bagi warga secara langsung. Maksudnya, saya bersama tim di sini turun langsung ke tempat-tempat yang terlihat paling parah sampahnya, sambil kita tidak pernah bosan-bosan mengajak para warga untuk ikut serta bersih-bersih lingkungan,” ungkap Sudirman selaku Lurah Biru saat ini saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/24).
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Dodi itu menjelaskan, perubahan nyata pun dinyatakan terbukti dirasakan beberapa bulan kemudian. Sejumlah titik yang terkesan jorok sebelumnya, kini berhasil disulap menjadi zona bersih yang tentunya bernilai positif bagi masyarakat umum.
“Di titik samping UNM misalnya, yang dulunya para pengguna jalan kadang terkesan jijik lewat karena banyaknya sampah yang sekian lama menumpuk, kan, menimbulkan bau tidak sedap. Jadi sekarang Alhamdulillah berkat kerja sama sejumlah pihak, akhirnya sudah bersih dan tertata. Bahkan, sisi yang dulunya penuh sampah kini sudah menghijau dan tumbuh rumput,” jelas Dodi.
Perubahan lingkungan yang semula kotor menjadi ramah dan bersih dinilai tak lepas dari peran sejumlah pihak.
Sinergitas dan koordinasi dinilai adalah hal terpenting dalam proses dalam pencapaian tujuan.
“Intinya kami bekerja bersama-sama. Ucapan terimakasih untuk semua pihak, Terutama warga Biru dan pihak DLH Bone untuk sektor kebersihan. Di sini kami terus mengupayakan sinergitas agar tetap terjalin erat. Masih banyak yang perlu dibenahi. Mudah-mudahan kami bisa tetap bisa bekerja untuk hal yang positif bagi masyarakat yang lebih luas,” tutupnya. (Zul)






