ENEWS, BONE •• Puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung meriah di Lapangan Merdeka Bone, Rabu (7/1/2026).
Ribuan masyarakat memadati lokasi sejak pagi hari untuk menyaksikan rangkaian kegiatan yang dipusatkan di jantung Kota Bone.
Salah satu penampilan yang menyita perhatian publik adalah atraksi dari Persatuan Silat Darul Huffadh (Persidha).
Perguruan silat yang berasal dari Pondok Pesantren Darul Huffadh 77 Kajuara ini tampil memukau dengan sejumlah atraksi yang menegangkan dan sarat nilai seni bela diri.
Puncak atraksi ditandai dengan aksi lompat harimau melewati lingkaran api berbentuk angka 80, melambangkan usia ke-80 Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
Aksi tersebut mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan panjang dari para peserta dan masyarakat yang hadir.
Selain atraksi Persidha, peringatan HAB ke-80 juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari jalan sehat, pembagian bantuan sosial, hingga kegiatan olahraga dan seni (Porseni) yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasruddin Umar dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai modal utama pembangunan bangsa.
Ia menyebut meningkatnya Indeks Kerukunan Umat Beragama sebagai bukti kuatnya persatuan dan toleransi di tengah masyarakat Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengungkapkan bahwa sekitar 38.000 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan HAB ke-80 yang datang dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, Kemenag Sulsel juga menyalurkan 400 paket bantuan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, serta menggelar berbagai kegiatan sosial seperti donor darah serentak, bakti sosial, ziarah makam pahlawan, zikir dan doa kebangsaan, hingga penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh dan Sumatra Barat dengan total bantuan mencapai Rp2,8 miliar.
Puncak peringatan HAB ke-80 Kemenag Sulsel di Bone diharapkan menjadi momentum penguatan nilai kerukunan, kebersamaan, dan kontribusi nyata Kementerian Agama bagi masyarakat. (Red)






