ENEWS, MAJENE ••》Warga Dusun Rattepadang, Desa Awo, Kecamatan Tammero’do Sendana, Kabupaten Majene, kembali menandu seorang pasien dalam kondisi kritis akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dengan jarak tempuh sekitar 4 kilo meter.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Pasien bernama Sisei terpaksa keluar dari RSUD Kabupaten Majene sekitar pukul 23.00 WITA setelah menjalani perawatan selama empat hari tanpa menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan.
Istri pasien, Piho, mengungkapkan bahwa keputusan membawa pulang Sisei diambil karena kondisi suaminya terus menurun selama dirawat di rumah sakit.
“Selama empat hari di RSUD Majene, kondisi suami saya tidak menunjukkan perubahan, justru semakin menurun. Karena itu kami meminta agar suami saya bisa keluar malam ini juga,” ujar Piho kepada ENews Indonesia, Selasa (27/1).
Mendapat kabar tersebut, warga Dusun Rattepadang dan Dusun Batu Sure bergerak menuju Dusun Rattelemo sekitar pukul 22.00 WITA untuk menjemput pasien.
Setibanya ambulans di Rattelemo, warga terpaksa melanjutkan perjalanan dengan cara menandu pasien menggunakan bambu dan sarung seadanya.
Kondisi jalan yang rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan membuat warga harus menandu Sisei selama lebih dari dua jam hingga tiba di rumahnya.
Salah seorang warga, Sidik, mengatakan peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi.
“Setiap ada warga yang pulang dari rumah sakit dalam kondisi kritis atau meninggal dunia, kami selalu menandu secara bergantian. Ini sudah sering kami alami,” ungkapnya.
Ia menambahkan, warga Rattepadang sangat berharap pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap kondisi infrastruktur yang mereka alami selama bertahun-tahun.
“Kami sangat berharap para pemangku kebijakan melihat langsung penderitaan kami. Jalan ini sudah lama rusak dan belum mendapat perhatian serius,” tambah Sidik.
Sementara itu, Nadi, mahasiswa Universitas Sulawesi Barat, menegaskan bahwa jalan menuju Rattepadang bukan hanya digunakan oleh satu dusun.
“Akses jalan ini bukan hanya melayani Rattepadang, tetapi juga menjadi penghubung ke wilayah Kecamatan Ulumanda, termasuk tembus ke Desa Panggalo. Dampaknya sangat luas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan demi keselamatan dan kemanusiaan.






