Akses Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Majene Kian Parah, Warga Keluhkan Sulitnya Mobilitas

Foto: Kondisi jalan rusak dan terjal di Dusun Rattepadang, Desa Awo, Kecamatan Tammero'do Sendana, Kabupaten Majene, yang menjadi akses penghubung menuju Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda. Jalan tersebut dipenuhi batu dan lubang sehingga menyulitkan aktivitas warga yang melintas. (Dok. M Kamil)

ENEWS, MAJENE ••》Kondisi akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Tammero’do Sendana dengan Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, semakin memprihatinkan.

Jalan yang menjadi penghubung utama antarwilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan menyulitkan aktivitas masyarakat setempat.



Di wilayah Kecamatan Tammero’do Sendana, akses jalan ini melintasi Desa Awo yang mencakup tiga dusun, yakni Dusun Rattelemo, Dusun Batu Sure, dan Dusun Rattepadang.

Sementara di Kecamatan Ulumanda, tepatnya di Desa Panggalo, jalan tersebut juga menjadi akses bagi empat dusun, yaitu Dusun Peledeoang, Dusun Peledeoang Utara, Dusun Takarubbun, dan Dusun Puccea.

“Hari ini kita bisa melihat sendiri bagaimana sulitnya akses jalan ke wilayah kami. Dan sebenarnya bukan hanya warga di Rattepadang yang merasakan kesulitan ini, tetapi juga warga Desa Panggalo di Kecamatan Ulumanda,” ujar Munding, warga Rattepadang, kepada Enewsindonesia.com, Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia menjelaskan, jarak antara Dusun Rattelemo dan Dusun Rattepadang berkisar 3 hingga 4 kilometer, sementara dari Dusun Rattepadang menuju Dusun Takarubbun di Desa Panggalo sekitar 5 kilometer. Namun kondisi jalan di sepanjang jalur tersebut rusak dan sulit dilalui.

Keluhan serupa juga disampaikan Suman, warga Dusun Takarubbun, Desa Panggalo. Ia menyebut kondisi jalan di wilayahnya bahkan lebih buruk.

“Akses ke wilayah Panggalo lebih parah lagi, Pak. Sejak pembukaan lahan untuk infrastruktur jalan menuju dusun kami, jalan ini hanya dibuka tanpa ada tindak lanjut dari para pemangku kebijakan untuk pengerjaan selanjutnya,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Hal tersebut turut dibenarkan Alimuddin, mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Dusun Peledeoang.

Menurutnya, masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah, namun belum ada realisasi perbaikan.

“Memang betul itu. Kami sudah sering menyampaikan kepada pemerintah terkait kondisi jalan ini, namun yang kami terima hanya janji-janji yang tidak tahu kapan akan direalisasikan,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Majene maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang menjadi satu-satunya akses bagi warga.

“Kami tidak banyak berharap, yang penting akses antara Dusun Rattepadang dan Desa Panggalo ini benar-benar diperhatikan oleh pemerintah,” tambah Alimuddin.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat di Dusun Rattepadang dan Dusun Batu Sure juga menyampaikan harapan agar pemerintah segera membangun jalan tersebut secara layak agar dapat dilalui dengan aman dan mudah.

“Kami kasihan, Pak. Kadang kalau ingin melintas kami harus benar-benar mempersiapkan diri karena medannya sangat terjal. Di sepanjang jalan juga banyak jurang yang menakutkan untuk dilewati. Tapi ini satu-satunya akses bagi kami,” tutup Ismail, Kepala Dusun Rattepadang. (M Kamil)





Tinggalkan Balasan