banner 728x250

Akhirnya Uji Klinis Vaksin Covid-19 Pertama Diberikan Untuk 1.620 Relawan

Enewsindonesia.com — Dalam kurun waktu 1 tahun, Indonesia butuh 340 juta dosis vaksin corona. Vaksin Covid-19 tersebut kabarnya akan diberikan kepada 170 juta jiwa atau setara dengan 60% jumlah penduduk di Indonesia. Melihat hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa jumlahnya sangat besar. Maka dari itu pihak pemerintah ingin supaya programnya disiapkan dengan matang.

“Oleh karenanya, program vaksinasi Covid-19 ini harus dikawal sebaik mungkin dari seluruh stakeholder, sehingga program ini dapat berjalan sesuai prosedur, dan juga dieksekusi sehingga nanti masyarakat yakin bahwa vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat, sudah sesuai dengan peraturan dari Badan POM yang pada akhirnya bisa menghentikan penyebaran virus Covid-19,” kata Honesti Basyir selaku Direktur Utama Bio Farma, Minggu (18/10/2020).

banner 728x250

Hal tersebut disampaikannya ketika melakukan kunjungan inspeksi BPOM ke site uji klinis fase 3 di Bandung, Jumat, 16 Oktober 2020. Dalam waktu yang sama, Riska Andalusia sebagai Direktur Registrasi Obat BPOM menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan apresiasi terhadap tim peneliti uji klinis fase 3 dan juga Bio Farma.

Karena keduanya sudah melakukan tahapan pengujian klinis fase 3 sesuai rencana dan deadline yang super ketat.

“Seperti inspeksi pada hari ini. Kami berharap juga, agar kegiatan uji klinis fase 3 ini, dilaksanakan sesuai dengan prinsip Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB) dan validitas data dapat dipertanggungjawabkan,” kata Riska, Jumat, (16/10).

Riska mengatakan ada sebanyak 1.620 relawan sudah menjalani suntikan vaksin pertama. Sampai sejauh ini, belum ada laporan tentang KIPI atau seputar efek samping berat dan serius dari para relawan vaksin corona. Hasil pengujian klinis tersebut bisa dijadikan sebagai data pendukung BPOM ketika mengeluarkan EUA untuk vaksin corona.

Dimana hal tersebut telah diajukan pihak Bio Farma ketika tahapan pengujian fase 3 berakhir. Dari situlah kabarnya hasil pengujian klinis fase 3 yang dilakukan di Bandung akan digabungkan bersama dengan hasil pengujian fase 3 di Negara lainnya. Misalnya saja seperti Bangladesh, Turki, Chille, dan Brazil.

Barulah setelah tahapan fase 3 selesai, maka vaksin corona kabarnya akan diproduksi Bio Farma sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Jadi semuanya tetap berada di bawah pengawasan BPOM demi memenuhi peraturan Good Manufacturing Practices terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *