Ajak Golkar Sumbang Ide, Prabowo Paparkan 10 Fokus Kebijakan Lanjutkan Jokowi

Foto: Prabowo Menghadiri Kuliah Umum Golkar Institute (Dok. Humas Gerindra)

ENEWSINDONESIA.COM, JAKARTA – Prabowo Subianto  memaparkan 10 fokus kebijakan untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Kebijakan tersebut akan diimplementasikan jika dirinya terpilih diamanatkan oleh rakyat menjadi Presiden RI pada 2024.

Fokus kerja tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi Narasumber dalam kuliah umum “Executive Education Program for Young Political Leaders” Batch-13 yang diselenggarakan Golkar Institute di DPP Golkar, Jakarta, Kamis, (31/8/23).

banner 728x250

“Waktu bersama dengan tim dari Golkar, PAN dan koalisi, diskusi ekonomi kita tanggal 15 Agustus lalu, kita mencanangkan 10 fokus kebijakan yang bilamana kita menerima mandat dari rakyat, ini yang akan kita laksanakan,” ucap Prabowo.

Prabowo lalu menyebutkan 10 fokus kebijakan tersebut yang terdiri dari ketahanan pangan; ketahanan energi; ketahanan air; pengentasan kemiskinan; kesehatan dan farmasi; pertahanan; industrialisasi; transformasi keuangan negara; pendidikan, sains dan teknologi; serta reformasi politik hukum dan birokrasi.

Dalam implementasinya, Prabowo sangat berharap agar Golkar turut membantu memformulasikan langkah-langkah nyata yang diperlukan. Sebab, semua hal itu merupakan kepentingan bersama demi kebaikan bangsa dan negara.

“Karena itu saya berharap juga bantuan Golkar untuk mengkaji, menyumbang dan memformulasikan langkah-langkah implementasi,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045. Seperti penerapan strategi Ekonomi Pancasila yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

“Kita jangan hanya bicara gagasan besar. Sekarang harus rencana pelaksanaan. Pak Jokowi sudah meletakkan dasar ekonomi Pancasila,” lanjut Prabowo.

“Ekonomi Pancasila merupakan ekonomi gabungan terbaik dari kapitalisme dan yang terbaik dari sosialisme. Ekonomi Pancasila merupakan ekonomi jalan tengah.” ucapnya lagi.

Prabowo juga menegaskan kembali bahwa Ekonomi Pancasila bukan hanya mampu membuka lebar kesempatan berinovasi dengan kebebasan pasar, tetapi juga ekonomi yang memperhatikan dan mengadakan _social safety net_ untuk masyarakat paling lemah.*