ENEWS, MAJENE ••》Kebakaran melanda lahan kosong nonproduktif di lereng Gunung Tamme Ambe, Dusun Tamme Ambe, Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Selasa (25/8/2026) malam.
Api diperkirakan mulai terlihat sekitar pukul 18.20 WITA. Kepulan asap pertama kali diketahui warga sebelum kobaran api merambat dan meluas di kawasan lereng sekitar pukul 19.30 WITA.
Lahan yang terbakar diketahui milik Bahri (28) dan Daud (65), warga Desa Leppangan. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menjalar. Medan lereng gunung yang sulit dijangkau juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Personel Polsek Sendana yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan bersama warga melakukan pemadaman secara manual. Langkah tersebut dilakukan untuk menahan pergerakan api, terutama agar tidak mendekati permukiman warga.
Sekitar pukul 20.00 WITA, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi yang berada di sekitar Jalan Poros Majene-Mamuju. Petugas kemudian bergabung dengan polisi dan warga untuk melanjutkan pemadaman.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.40 WITA. Petugas selanjutnya melakukan pemantauan dan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Kapolsek Sendana Iptu Bafruddin Pambabu mengatakan, respons cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan warga serta petugas pemadam kebakaran. Prioritas kami adalah mencegah api meluas, khususnya ke arah permukiman,” ujar Bafruddin.
Ia mengimbau warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama ketika cuaca kering dan angin kencang.
Hingga pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Polisi masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Jurnalis: M. Kamil






