ENEWS, BONE ••》Penantian panjang warga Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, akhirnya berakhir. Setelah puluhan tahun menghadapi jalan rusak, masyarakat kini dapat menikmati akses jalan beraspal sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan Dusun Nyappareng dan Kampung Baru.
Jalan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, Kamis (11/6/2026), ditandai dengan pengguntingan pita di hadapan ratusan warga.
Peresmian turut dihadiri Kepala Dinas BMCKTR Bone Askar, Dandenpom Bone, unsur Tripika Kecamatan Bengo, kepala OPD, camat, serta tokoh masyarakat setempat.
Kedatangan bupati disambut antusias warga. Majelis taklim dan tarian adat Padduppa turut mewarnai kegiatan sebagai bentuk syukur atas pembangunan yang telah lama dinantikan.
Kepala Desa Selli, Sultan, mengatakan pengaspalan jalan menjadi kebahagiaan besar bagi masyarakat.
“Jalan sepanjang 1 kilometer di Dusun Nyappareng dan 2 kilometer di Kampung Baru kini sudah teraspal dengan baik. Ini kebahagiaan yang sudah lama dinantikan warga,” katanya.
Menurut Sultan, pembangunan tersebut terasa istimewa karena tidak pernah menjadi janji politik saat Pilkada.
“Saat kampanye, Bapak Bupati tidak pernah menjanjikan pengaspalan jalan di wilayah kami. Namun setelah terpilih, justru desa kami mendapat perhatian. Ini bukti nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan Desa Selli menjadi prioritas karena selama ini belum pernah menikmati jalan beraspal.
“Sejak Indonesia merdeka, jalan di Desa Selli belum pernah tersentuh aspal. Padahal masyarakat di sini tetap menjalankan kewajibannya membayar pajak. Karena itu pemerintah hadir untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan Pemkab Bone berencana melanjutkan pembangunan jalan tambahan sepanjang 1,5 kilometer di wilayah tersebut.
“Kalau hari ini yang diresmikan sudah 3 kilometer, insya Allah akan kita tambah lagi 1,5 kilometer,” ujarnya yang disambut sorak warga.
Menurut Andi Asman, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.
Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menekan angka stunting di Kecamatan Bengo.
Sebelumnya, kondisi jalan penghubung Desa Selli dan Desa Tungke sepanjang sekitar 4,5 kilometer sempat menjadi sorotan karena rusak parah selama lebih dari tiga dekade.
Pada 2024 lalu, warga mengeluhkan jalan yang disebut menyerupai “kubangan sapi” dan menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk petani yang terpaksa menjual hasil panen dengan harga lebih rendah akibat sulitnya akses transportasi.
Kini, pengaspalan jalan tersebut menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun mendambakan akses jalan yang layak. (Red)






