Demo di UIN Alauddin, Mahasiswa Pertanyakan Komitmen Rektorat Tangani Persoalan Kampus

Ketgam: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi DEMA UIN Alauddin Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (9/6/2026). (Dok. Angki)
Ketgam: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi DEMA UIN Alauddin Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (9/6/2026). (Dok. Angki)

ENEWS, GOWA ••》Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Alauddin Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (9/6/2026).

Mereka menuntut rektorat segera menyelesaikan berbagai persoalan kampus yang dinilai berlarut-larut tanpa penyelesaian selama bertahun-tahun.



Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai kampus lebih fokus mempertahankan predikat dan kualitas akreditasi unggul dibanding menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi mahasiswa.

Koordinator lapangan aksi, Aqil Abdan Syakuran, menyebut sejumlah isu yang menjadi tuntutan mahasiswa, di antaranya, dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), serta keberadaan Surat Edaran Nomor 3652 yang dianggap membatasi kebebasan berpendapat mahasiswa.

“Selama ini berbagai persoalan terus disuarakan mahasiswa, tetapi belum ada penyelesaian yang konkret. Kami mempertanyakan komitmen pimpinan kampus dalam merespons aspirasi civitas akademika,” kata Aqil dalam orasinya.

Mahasiswa juga menyoroti kondisi yang mereka nilai sebagai semakin menyempitnya ruang demokrasi di lingkungan kampus.

Menurut mereka, kritik dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa kerap tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak kampus.

Aliansi DEMA menilai situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan kritik secara terbuka terhadap kebijakan kampus.

Selain mendesak penyelesaian berbagai persoalan yang mereka angkat, mahasiswa meminta rektorat membuka ruang dialog yang lebih luas dan transparan dengan civitas akademika.

Melalui aksi tersebut, Aliansi DEMA UIN Alauddin Makassar berharap pihak kampus tidak hanya berorientasi pada capaian administratif dan akreditasi, tetapi juga menjamin keamanan, keadilan, demokrasi, serta kebebasan akademik bagi seluruh warga kampus.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak Rektorat UIN Alauddin Makassar terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

(Angki Perdana)





Tinggalkan Balasan