ENEWS, POLMAN ••》SPBU Pertamina Nomor Registrasi 74.913.64 yang beralamat di Sarampu, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, menjadi sorotan masyarakat setelah muncul keluhan terkait sulitnya memperoleh BBM subsidi.
Sejumlah warga mengaku hampir setiap kali datang untuk mengisi bahan bakar bersubsidi, stok yang tersedia selalu habis. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai distribusi BBM subsidi yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat.
Salah seorang warga Polewali Mandar, Ancu, mengaku belum pernah mendapatkan BBM subsidi di SPBU Sarampu meski kerap melintas dan mencoba melakukan pengisian.
“Setiap kami lewat, BBM subsidi sudah habis. Belum pernah saya dapatkan, padahal kami juga ingin mendapatkan BBM subsidi,” ujar Ancu, Minggu (7/6/2026).
Keluhan tersebut tidak hanya datang dari satu orang. Warga lain mengaku mengalami kondisi serupa dan mempertanyakan mengapa BBM subsidi sering tidak tersedia ketika masyarakat membutuhkannya.
Di tengah keluhan soal kelangkaan BBM subsidi, muncul pula sorotan terkait aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken yang disebut terjadi pada malam hari di SPBU tersebut.
Seorang warga mengaku pernah melihat sebuah mobil jenis APV berada di area SPBU dengan sejumlah jeriken di dalam kendaraan saat proses pengisian BBM berlangsung.
“Saya pernah lewat malam hari. Ada mobil di dalam SPBU, di atasnya ada jeriken dan sementara melakukan pengisian,” ungkapnya.
Informasi tersebut memicu perhatian masyarakat yang berharap adanya transparansi dalam penyaluran BBM subsidi agar tidak menimbulkan dugaan maupun keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Sarampu terkait keluhan warga mengenai ketersediaan BBM subsidi maupun aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken yang menjadi sorotan masyarakat. (Redaksi)






