Ketua DPP Kepmi Bone Disebut Tak Pernah Hadir dalam Kegiatan DPK dan DPC

Foto: Ketua DPP Kepmi Bone, Andi Alvian (kemeja putih).

“Bila ada dana Hibah Pemda Bone yang telah cair untuk Kepmi Bone, kami minta pihak berwenang mengusut tuntas ke mana aliran dananya. Kami akan mengusut dan mengawal hal ini,” tegasnya.

ENews, Bone •• Ketua Demisioner Dewan Pengurus Komisariat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia – Bone (DPK Kepmi Bone) Taro Ada Taro Gau, Andi Farhan Hidayat menyebut, Ketua DPP Kepmi Bone Andi Alvian tak pernah hadir dalam setiap kegiatan yang digelar pihaknya.

“Jangankan bantuan, hadir pun dalam setiap kegiatan yang kami gelar, selama terpilih jadi Ketua DPO Kepmi Bone, Andi Alvian tak pernah hadir,” ungkap ketua DPK Kepmi Bone periode 2024-2025 ini kepada ENews Indonesia, Selasa (16/9/2025).

banner 728x250

Andi Farhan mengaku telah berkoordinasi ke beberapa dewan pengurus cabang (DPC) dan DPK lainnya yang berada di bawah naungan Kepmi Bone.

“Semua sama keluhannya. DPP ini tak punya sumbangsih, hanya nama saja yang sibuk dengan seremonial,” ucapnya.

“Bila ada dana Hibah Pemda Bone yang telah cair untuk Kepmi Bone, kami minta pihak berwenang mengusut tuntas ke mana aliran dananya. Kami akan mengusut dan mengawal hal ini,” tegasnya.

Farhan menyesalkan sikap dewan senior Kepmi Bone yang acuh terkait keadaan lembaga ini.

“Saat pemilihan mereka berlomba-lomba bahkan terkesan memusuhi kami karena calonnya harus naik. Ketika begini semua lepas tangan,” tandasnya.

Andi Alvian yang merupakam Ketua Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia – Bone (DPP Kepmi Bone) dinilai gagal menjalankan tugasnya. Diketahui, Andi Alvian terpilih sebagai Ketua DPP Kepmi Bone periode 2021-2023 pada Kongres yang digelar di Tanjung Pallette, Sabtu (11/12/2021) lalu.

Sejumlah Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) mengeluhkan Andi Alvian yang dinilai tidak amanah.

Terlebih lagi, hingga saat ini, pihak DPP Kepmi Bone belum menggelar Kongres padahal, periode kepengurusan Andi Alvian telah lama beraakhir.

Salah seorang Dewan Pertimbangan Kepmi Bone Komisariat Taro Ada Taro Gau, Sandi Aslim menyebut bahwa kepemimpinan Andi Alvian adalah periode terparah sejak dirinya bergabung di Kepmi Bone.

“Kepemimpinan Kepmi Bone dinilai gagal dalam banyak aspek, sehingga anggota merasa tidak percaya dan banyak yang ingin meninggalkan organisasi. Andi Alvian harus memoertanggung jawabkan oerbuatannya,” tegas anggota Hipmi ini, Ahad 14 September 2025.

Berikut sejumlah keluhan yang disampaikan beberapa anggota Kepmi Bone yang dihimpun ENews Indonesia;

1. Kegagalan Mengelola Dana Hibah

Dana hibah yang diterima tidak tersalurkan dan tidak ada transparansi dalam penggunaannya

2. Komunikasi yang Buruk

Ketua DPP menghilang tanpa kabar selama beberapa bulan, sehingga proses kongres tertunda dan anggota merasa tidak dihargai.

3. Krisis Kepercayaan

Anggota merasa tidak percaya lagi pada kepemimpinan Kepmi Bone karena dinilai tidak amanah dan tidak efektif.

4. Keinginan untuk Independen

Banyak anggota yang ingin meninggalkan Kepmi Bone dan menjadi independen karena merasa tidak lagi diwakili oleh organisasi ini.

5. Kerusakan Reputasi

Reputasi Kepmi Bone rusak akibat kepemimpinan yang tak amanah dan tidak efektif.

6. Keterlambatan Kongres

Kongres yang tertunda membuat anggota merasa tidak ada kemajuan dan tidak ada perubahan dalam organisasi.

7. Kurangnya Transparansi

Tidak ada transparansi dalam pengelolaan dana dan program, sehingga anggota merasa tidak percaya pada kepemimpinan.

8. Kebutuhan akan Perubahan

Anggota merasa bahwa perubahan kepemimpinan dan sistem pengelolaan organisasi sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan dan meningkatkan efektivitas.

9. Ketiadaan Partisipasi dalam Aks

Ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk mendemo pemerintah, bendera Kepmi Bone tidak ada sama sekali, menunjukkan ketidakaktifan dan ketidakpedulian organisasi terhadap isu-isu penting.

10. Kurangnya Kontribusi pada Masyarakat

Kepmi Bone dinilai tidak memberikan kontribusi yang signifikan pada masyarakat, sehingga anggota merasa tidak ada manfaat dari keanggotaan.

(Takdir Alam Fajar)





Tinggalkan Balasan