ENEWS, GOWA ••》Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) bersama Partai Buruh menggelar dialog publik menjelang Hari Tani Nasional (HTN) 2026 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/9/2026).
Dialog tersebut membahas penguatan konsolidasi gerakan rakyat, khususnya pekerja, petani, mahasiswa, dan kelompok masyarakat yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan ketidakadilan.
Ketua Sentral Gerakan Buruh Nusantara (SGBN) Sulsel, Askin Khulukiah, mengatakan persatuan lintas sektor menjadi hal penting untuk memperjuangkan kepentingan pekerja dan rakyat.
Menurutnya, gerakan rakyat perlu membangun kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik.
“Pentingnya relasi persatuan dari semua sektor gerakan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Hanya dengan persatuan gerakan rakyat, semua ketidakadilan ini bisa kita lawan,” kata Askin.
Perwakilan Jaringan Nasional (Jarnas) NTT, Arsyad Arifin, S.H., mendorong KGR menyusun program perjuangan bersama yang berangkat dari persoalan konkret masyarakat.
Ia menilai, penguatan kesadaran kolektif perlu menjadi bagian dari konsolidasi gerakan di tingkat daerah.
Ketua Kota Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (K-SBSI) Sulsel, Asman Abdullah, mengatakan gerakan buruh perlu terlibat dalam politik untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Gerakan buruh dan gerakan rakyat secara luas harus menyatu sebagai ruang kepentingan rakyat yang termarjinalkan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa UIN Makassar, Haidir, menilai keterlibatan mahasiswa bersama buruh dan kelompok masyarakat lainnya dapat memperkuat gerakan sosial.
“Perjuangan buruh tidak pernah berdiri sendiri. Ketika suara buruh bertemu dengan kekuatan gerakan rakyat, perjuangan menjadi kekuatan yang mendorong perubahan,” katanya.
Ketua KPBI Sulsel, Sartono Laodemutu, S.H., mengatakan KGR juga akan melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen pergerakan di Sulsel menjelang HTN 2026 yang diperingati pada 24 September.
“KGR akan berkonsolidasi dengan semua elemen pergerakan di Sulsel untuk menyambut Hari Tani Nasional,” ujar Sartono.
Dialog publik tersebut dihadiri perwakilan KPBI Sulsel, SGBN Sulsel, K-SBSI Sulsel, FSBPI Gowa, petani, mahasiswa, serta pekerja dari sejumlah perusahaan.
Jurnalis: Balqis Syahrani






