Penjualan Emas di Bone Meningkat, Minat Pemuda Berinvestasi Tumbuh

Ilustrasi emas. (File ENews)

ENEWS BONE •• Pegadaian Cabang Watampone, Kabupaten Bone melaporkan penjualan emas di Kabupaten Bone meningkat tajam. Per Minggu 27 April 2025 lalu, harga emas telah menyentuh Rp1,9 juta hingga Rp2 juta per gram.

Menariknya, kenaikan harga ini justru memantik animo masyarakat untuk melakukan pembelian alih-alih penjualan.

banner 728x250

Pegadaian mencatat penjualan emas ini telah menyentuh 30-50 persen khusus di April berjalan ini, sementara untuk pembelian jauh di bawahnya hanya di persentase di bawah 10 persen saja.

Kepala Kantor Pegadaian Cabang Bone, Wahyudi Andi Tahang membeberkan, jumlah penjualan emas ini pun nampak cukup signifikan jika dilihat dari total berat yang terjual.

Tercatat pada 15 hari saja, emas telah terjual sekitar 1,3 kilogram. Yang mana untuk mendapatkan 800 gram -1 kg saja membutuhkan waktu hingga 1 bulan.

“Khusus untuk 2025 kami pun mengalami kenaikan penjualan. Dibanding. Bulan saja, kenaikan kami sampai 30-50 persen,” ujar Wahyudi, Sabtu (3/5/2025).

Ia membandingkan rata-rata kenaikan harga emas pada situasi normal adalah hanya 10-15 persen per tahunnya, atau jika dipersentasikan dalam bulanan hanya sekitar 1 hingga 1,5 persen saja.

Sedangkan dengan situasi saat ini, kenaikan harga emas ini bahkan pernah menyentuh level 50 persen dalam beberapa bulan terakhir.

“Itu bahkan belum setahun loh. Itu baru 4 bulan. Jadi hal itulah yang menimbulkan fomo di masyarakat,” ujarnya.

Wahyudi melanjutkan, kenaikan penjualan ini pun didominasi oleh kalangan milenial, dengan pembelian di kisaran 1-10 gram. Di kisaran itu biasanya pembeli merupakan investor pemula.

Kendati beberapa di antaranya juga terdapat pembeli lama atau investor profesional dengan berat yang cukup tinggi.

Wahyudi mengatakan, pihaknya melakukan pendekatan khusus untuk para investor pemula ini, dengan memberikan pemahaman kelebihan dengan investasi emas ini.

Sebab jika hanya sekadar fomo saja, maka ini berpotensi tak memberikan momentum investasi yang sesungguhnya. Ini juga menjaga agar minat investasi ini tak hilang begitu saja.

Ia mengatakan melihat kondisi saat ini, instrumen investasi emas ini diprediksi akan memberikan prospek yang cukup baik agar tetap aman saat inflasi.

“Kalau melihat di media itu diprediksi harganya bisa menyentuh Rp3 juta per gram sampai Desember. Kalau akhir tahun lalu juga ada yang prediksi Rp2,5 juta, tapi kita selalu berharap kalau harga emas bisa sampai Rp3 juta yang pertama adalah ekonomi tetap kuat, jangan sampai inflasinya tinggi sekali,” ujarnya.

Sementara itu, kesadaran berinvestasi emas ini mulai tumbuh di kalangan milenial dan gen Z di Bone.

Wahidah misalnya, wanita kelahiran 97 ini mengaku baru melirik investasi emas setelah melihat kenaikan harga emas ini di Sosial Media.

“Barupi, barusan beli langsung 10 gram, karena katanya naik terus harganya,” jelas warga Kelurahan Mampotu Kecamatan Amali ini saat ditemui di Kantor Pegadaian Cabang Watampone beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Wahidah mengaku ia juga cukup terpengaruh oleh orang-orang sekitarnya yang memilih berinvestasi emas perhiasan.

“Mama itu selalu bilang beli saja gelang, anting atau kalung emas karena naik harganya itu terus,” tandasnya. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan