Sosialisasi Kebijakan Administrasi Pembangunan Daerah Kabupaten Bone
ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Regulasi administrasi pembangunan kerapkali berubah. Aparat pemerintah pun dituntut menyesuaikan kebijakan tersebut dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan.
Hal ini ditegaskan Bupati Bone, Dr HA Fahsar M Padjalangi, MSi yang membuka langsung kegiatan Sosialisasi Kebijakan Administrasi Pembangunan Daerah Kabupaten Bone Tahun 2023, Senin, 26 Juni pagi tadi di Aula Masjid Al Markaz Al Ma’Arif, Jl Jend Ahmad Yani Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai langkah strategis untuk dipahami dan ditindak lanjuti dalam perencanaan dan pelaksanaan hingga pelaporan pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fahsar menyinggung mengenai prioritas penyusunan program setiap OPD melakukan intervensi penanganan stunting dan juga penurunan kemiskinan.
“Sebelum penyusunan program 2004, harus ada pemahaman dulu arah kebijakan pembangunan kita. Makanya, apa yang dilakukan bagian Administrasi Pembangunan ini merupakan langkah strategis menyusun arah kebijakan serta mengevaluasi apa yang perlu menjadi perhatian termasuk penyerapan anggaran, ” tambahnya.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Bone, Andi Ikbar Baso, S.H, dalam laporannya menyampaikan tujuan, peserta hingga sumber anggaran kegiatan yang digelarnya.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan pemahaman aparat pemerintah daerah mengenai kebijakan administrasi pembangunan daerah sesuai regulasi yang telah ditetapkan, ” ungkapnya.
Hadir pada kegiatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Drs Andi Islamuddin, MH dan Koordinator Administrasi Pembangunan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Gemala Faoza, S.STP, M.M. sebagai narasumber, Kepala Bappeda, Dr Ade Fariq Ashar, S.S.TP MSi dan Kabid Anggaran BKAD Bone, Dr A Muhammad Iqbal Walinono, S.E, M.Si
Pemaparan materi yang dipandu Kabag Tata Pemerintahan, Muh Zuhdi S.STP, M.Si, diikuti peserta dengan serius hingga akhir.
Jurnalis: Rosdiana Sulja






