“Pada event tersebut sederet atraksi wisata seni, budaya, dan tradisi akan digelar. Seperti pentas seni dan budaya, pentas tari etnik, tari kreasi, musik remaja, lomba foto dan film pendek, tourism culinary dan beberapa event menarik lainnya, kita juga adakan pameran ekonomi kreatif dengan melibatkan UMKM lokal.”
ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Festival Tanjung Pallete Kabupaten Bone siap dihelat Juni ini. Selain memperkenalkan lebih banyak potensi wisata di Sulawesi Selatan, kegiatan ini juga menjadi pondasi dan ditarget bisa masuk kalender Kharisma Event Nusantara (KEN).
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Asriady Sulaiman mengatakan, untuk pertama kalinya festival dilakukan di Tanjung Pallete. Dulunya hanya sekadar kawasan wisata, kini menjadi festival.
Harapannya itu bisa menarik wisatawan untuk mengenal wisata Sulsel, khususnya Bone.
“Ini pondasi awal dan bisa menjadi modal bagus menuju KEN. Terlebih lagi, jika Pemkab Bone mengemas dengan baik dan bisa menunjukkan lebih jauh potensi yang ada,” ujarnya, Senin (19/6/2023).
Selain itu, Asriady juga berharap Pemkab Bone bisa melaksanakan festival ini secara berkesinambungan. Sebagai salah satu syarat untuk bisa masuk kalender KEN Kemenparekraf.
”Kan syaratnya harus tiga tahun berturut-turut. Semoga setelah pergantian pimpinan, festival ini tetap mendapat sambutan yang baik dari pemimpin selanjutnya,” harapnya.
Kadisbudpar Bone Andi Promal Pawi berharap festival ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bone, baik domestik maupun manca negara. Sebab, hal itu dinilai bisa mendongkrak PAD di sektor pariwisata.
Target PAD sektor pariwisata tahun ini Rp1 miliar. Itu naik Rp200 juta dari target tahun lalu yang hanya Rp800 juta.
Selanjutnya, untuk melakukan pengembangan kawasan strategis wisata di Bone, pihaknya harus melibatkan investor. Sehingga, pengelolaan wisata akan lebih baik.
”Banyak sektor belum optimal, utamanya segi infrastruktur,” lanjutnya.
Menurutnya, Bone harus menjadi tujuan wisata, tidak lagi jadi daerah transit wisata. Bone is Soul of Bugis sehingga dapat menjadi daerah wisata seperti di Toraja dan Bulukumba.
“Sekarang sudah ada perbaikan infrastruktur jalan di Pallette dan sudah mulai dikerjakan, semoga bisa mulus sampai kota,” tuturnya.
Kemudian mulai 2023, Bone akan melaunching event Festival Tanjung Pallete menjadi agenda tahunan setiap bulan Juni. Semua stakeholder diharapkan dapat mendukung event tersebut guna mengembangkan ekonomi pariwisata terpadu Tanjung Pallete terkoneksi Goa Cempalagi.
“Pada event tersebut sederet atraksi wisata seni, budaya, dan tradisi akan digelar. Seperti pentas seni dan budaya, pentas tari etnik, tari kreasi, musik remaja, lomba foto dan film pendek, tourism culinary dan beberapa event menarik lainnya, kita juga adakan pameran ekonomi kreatif dengan melibatkan UMKM lokal,” paparnya.
Saat ini, kata dia, rencana itu sudah pada proses penyusunan master plan. Ia berharap event tersebut dapat jadi event provinsi dan nantinya dapat masuk Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Meskipun objek wisata kita cantik kalau infrastruktur kita tidak menunjang pasti orang berpikiran ke sana. Jadi membangun pariwisata harus berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya, Rabu (21/6/2023). (*)






