Rahim Soroti Pendidikan di Daerah Terpencil

Enewsindonesia.com, Mamuju -Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Abdul Rahim kembali bersuara lantang untuk isu keberlanjutan dunia pendidikan bagi generasi yang berdomisili di daerah terpencil di Sulawesi Barat.

Itu ia sampaikan dengan maksud membuka perhatian dan kesadaran publik akan pentingnya keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak usia sekolah yang menetap di sejumlah wilayah terpencil di provinsi ke-33 ini.

     
 

Menurut Rahim, pemerintah memegang peranan vital dalam meretas segala keterbatasan yang masih dialami oleh anak usia sekolah, khususnya yang ada di wilayah terpencil. Kata dia, selain menggaransi ketersediaan akses yang layak, pemerintah pun mesti memastikan ketersediaan fasilitas pendukung, termasuk tenaga pengajar.

“Sampai pemenuhan standar pelayanan minimum bisa tercapai. Tentu yang terpenting adalah alokasi anggaran pendidikan yang cukup, seperti amanah Undang-Undang sistem pendidikan nasional yakni paling rendah 20 Persen dari APBD,” ujar Rahim dalam keterangannya, Senin (02/03/20).

Politisi NasDem itu menambahkan, political will yang kuat dari semua pemangku kebijakan, baik Kepala Daerah, DPRD dan lembaga teknis lainnya jadi sebuah keharusan jika cita-cita di atas benar-benar ingin diwujudkan.

“Diperlukan political will yang kuat dari semua pemangku kebijakan. Itu penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak kita khususnya yang ada di daerah terpencil itu,” sambung Rahim.

Dijelaskan Rahim, khusus urusan SMA dan SMK, DPRD provinsi akan berusaha menyamakan perspektif atau cara pandang dengan eksekutif dalam desain kebijakan anggaran dan pola manajemen.

“Agar kita mampu mendongkrak kualitas pendidikan kita dari waktu ke waktu. Pola lama yang terbukti gagal mengantar mutu pendidikan pada posisi yang stabil, harus segera ditinggalkan dengan mengadopsi strategi baru sering dengan dinamika perubahan sosial,” terang mantan aktivis Taji Barani itu.

“Pendidikan kita sudah terlampau jauh tertinggal dari daerah lain. Guna mengurangi tingginya angka ‘deviasi’ tersebut, diperlukan kemauan yang serius dalam menyusun road map pendidikan Sulawesi Barat,” simpul Abdul Rahim. (Advertorial)

 

Tinggalkan Balasan