ENEWS BONE •• Viralnya perilaku seks menyimpang yang terjadi di Kelurahan Palattae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) memantik kecaman dari berbagai pihak.
Salah seorang tokoh agama dari Kabupaten Bone bagian selatan, Ustadz Umar Makka Lc MPDi menyatakan duka cita atas musibah yang menimpa tanah kelahirannya tersebut.
“Innalilahi wa inna ilaihi rajiuun, sebuah musibah yang sangat amat besar ketika kita akhirnya mendengar berita viral terjadi prilaku kaum nabi Luth yakni, lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang sempat viral di daerahku, ini tanggung jawab kita semuanya,” ujarnya kepada ENews Indonesia, Selasa (22/4/2025).
Ustadz Umar menjelaskan, perilaku homo seks itu dosanya lebih besar daripada zina. Ya, di dalam Qur’an Allah berulang-ulang mensifati kaum LGBT ini yang sudah ada sejak zaman nabi Luth sebagai kaum yang paling bebal.
Allah SWT telah menyebutkan dalam firmannya pada Al-Qur’an surat Al Anbiya ayat 74-75 bahwa semua penduduk di negeri Sodom melakukan perbuatan keji, kecuali orang-orang yang tinggal di rumah Nabi Luth AS.
وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰۤىِٕثَ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَۙ وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ࣖ
Artinya: “Kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya, mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik. Kam memasukkannya (Nabi Luth) ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya dia termasuk golongan orang-orang yang saleh.” (QS Al-Anbiyaa’: 74-75).
Ada banyak sifat buruk yang Allah lekatkan kepada pelaku-pelrilaku LGBT. Mereka ini disebut sebagai kaum perusak di atas bumi Allah, mereka adalah pelaku kezaliman di atas bumi Allah.
Allah berfirman:
{ قَالَ رَبِّ ٱنصُرۡنِی عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡمُفۡسِدِینَ }
“Dia (Luṭ) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.” [Surat Al-Ankabut:30]
Dalam ayat lain;
تَّعۡمَلُ ٱلۡخَبَـٰۤىِٕثَۚ إِنَّهُمۡ كَانُوا۟ قَوۡمَ سَوۡءࣲ فَـٰسِقِینَ
“Dan kepada Luṭ, Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik. [Surat Al-Anbiya’: 74]
Lebih lanjut Ustadz Umar Makka memaparkan, kaum LGBT ini adalah orang-orang jahil orang-orang yang bodoh yang mengingkari akal sehat mereka.
Allah berfirman;
{ أَىِٕنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةࣰ مِّن دُونِ ٱلنِّسَاۤءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمࣱ تَجۡهَلُونَ }
Artinya: “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”. [Surat An-Naml: 55]
“Jelaslah sudah diberi yang bersih, masih mau cari yang kotor. Mereka ini adalah orang-orang yg melampaui batas fitrahnya sebagai manusia bahkan lebih buruk daripada binatang.
Allah berfirman;
إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةࣰ مِّن دُونِ ٱلنِّسَاۤءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمࣱ مُّسۡرِفُونَ
Artinya: “Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwat kamu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas”. [Surat Al-A’raf: 81]
Ayat lain;
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَ ٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ
Artinya: “Dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.” [Surat Asy-Syu’ara: 166]
Kisah diturunkannya azab kepada Kaum Sodom disebutkan dalam firman Allah SWT pada surat Al-Qamar ayat 33-39:
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢبِالنُّذُرِ اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍ ۗنَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ
Artinya: “Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya, Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing. Sebagai nikmat dari kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan, sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami. Maka, mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan, sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan, sesungguhnya pada esok harinya, mereka ditimpa azab yang kekal. Maka, rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.” (QS Al-Qamar: 33-39)
Sebagaimana pula dalam hadis nabi Muhammad SAW yang mengingatkan kepada kita akan laknat Allah. Bahkan diulang tiga kali bahwa Allah akan melaknat perbuatan kaum nabi Luth.
Dalam hadits yang melalui jalur Abdurrahman bin Mahdy, Zubair bin Muawiyah, hingga Ibnu Abbas menerangkan Rasulullah menjelaskan tentang orang-orang yang mendapat laknat Allah. Mereka adalah orang-orang yang menyembelih bukan karena Allah, orang-orang yang mengubah batas tanah, orang yang menyesatkan orang buta dari jalanan, dan sebanyak tiga kali dalam hadits itu disebutkan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.
“Himbauan saya kepada pelaku agar bertobat kepada Allah kembali kepada fitrahnya, pintu tobat sangat terbuka dan salah satu cara untuk bertobat adalah meninggalkan siklus yang merusak dirinya,” kata Ustadz Umar.
“Kedua, mengimbau kepada kaum muslimin kepada masyarakat agar menjaga anak-anak kita dari penyakit yang saat ini sedang merebah di negeri kita ini dan kita banyak mendengarkan berita bagaimana penyebaran prilaku LGBT laknat Allah. Jaga anak perempuan kita jaga anak laki-laki kita. Kajian-kajian agama saling mengingatkan perlu untuk kemudian ditegakkan di kampung kita,” sambungnya.
Ia juga mengimbau agar jangan memberi ruang bagi pelaku LGBT laknat Allah di wilayah masing-masing.
“Sayangnya, di beberapa sekolah di beberapa tempat beberapa kampung, masyarakat memberikan ruang bagi LGBT. Bagi pemangku pemerintahan agar kemudian mengambil tindakan tegas terhadap perilaku kotor seperti ini karna kelak diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT dan juga para ulama atau para khatib untuk selalu mengingat ini dalam tausiyahnya dan ceramah-ceramah,” pungkasnya.
#Redaksi






