Terendus Dugaan Sindikat Penggelapan Motor Rental di Bone, Begini Modusnya

Ketgam: Dua unit sepeda motor yang diduga merupakan kendaraan rental ditemukan dalam penelusuran di Kabupaten Bone. Temuan ini menjadi bagian dari dugaan penggelapan kendaraan dengan modus penyewaan sebelum kendaraan diduga berpindah tangan dan digadaikan.
Ketgam: Dua unit sepeda motor yang diduga merupakan kendaraan rental ditemukan dalam penelusuran di Kabupaten Bone. Temuan ini menjadi bagian dari dugaan penggelapan kendaraan dengan modus penyewaan sebelum kendaraan diduga berpindah tangan dan digadaikan.

ENEWS, BONE ••》Dugaan praktik sindikat penggelapan sepeda motor mulai meresahkan para pengusaha rental di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Modus yang digunakan diduga terorganisir, dengan memanfaatkan orang ketiga untuk menyewa kendaraan sebelum motor berpindah tangan dan diduga digadaikan kepada pihak lain.

Salah seorang pengusaha rental yang menjadi korban mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat aksi tersebut. Demi alasan keamanan, korban meminta identitasnya tidak dipublikasikan.



Dari hasil penelusuran ENews Indonesia, kendaraan tidak disewa langsung oleh pihak yang diduga menguasai motor. Sejumlah orang berbeda diduga hanya berperan sebagai penyewa awal.

“Waktu itu yang datang ke rumah rental adalah orang-orang paruh baya dan remaja wanita. Ada tiga orang berbeda yang masing-masing merental motor Yamaha Fazzio, Yamaha Filano, dan Honda Scoopy,” ujar korban kepada ENews Indonesia, Ahad (12/7/2026).

Beberapa pekan setelah masa sewa berjalan, ketiga kendaraan tersebut tak kunjung dikembalikan. Korban juga kehilangan akses pelacakan karena perangkat GPS pada kendaraan dilaporkan tidak lagi aktif.

Korban kemudian melakukan penelusuran secara mandiri. Dari informasi yang diperoleh, kendaraan diduga telah dikuasai oleh seorang perempuan berinisial AI di Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone.

“Saat kami mendatangi AI, dia justru menghindar dan tidak mau menemui kami,” kata korban.

Penelusuran kemudian berlanjut bersama jurnalis ENews Indonesia. Dua unit motor yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan berada di salah satu tempat gadai kendaraan di Jalan Bhayangkara, Kota Watampone.

Pemilik usaha gadai membenarkan bahwa perempuan berinisial AI pernah menggadaikan kendaraan di tempatnya. Menurutnya, AI telah beberapa kali datang menggadaikan berbagai barang, mulai dari kendaraan hingga sertifikat tanah.

“Kami memang mengenalnya. Saat menggadaikan motor, dia berjanji STNK akan diserahkan keesokan harinya, tetapi sampai sekarang tidak pernah diberikan,” ujar pemilik usaha gadai, Ahad (12/7/2026).

Ia juga mengaku bukan kali pertama menerima kendaraan yang belakangan diketahui bermasalah. Menurutnya, pernah ada pengusaha rental lain yang datang mencari sepeda motor dengan pola kejadian serupa.

“Ada juga pengusaha rental yang pernah mengalami kejadian seperti ini. Kalau sampai jatuh tempo dan barang tidak ditebus, biasanya kendaraan akan masuk proses lelang sesuai ketentuan di tempat kami,” jelasnya.

Temuan ini mengindikasikan dugaan adanya pola yang berulang dalam kasus penggelapan kendaraan rental di Kabupaten Bone. Modus penggunaan penyewa sebagai perantara, hilangnya sinyal GPS, hingga kendaraan berakhir di tempat gadai menjadi rangkaian yang kini mulai dikeluhkan sejumlah pelaku usaha rental.

Para pengusaha rental berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan yang diduga terlibat. Mereka menilai kasus ini tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan individu, melainkan diduga telah dilakukan secara sistematis dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha rental kendaraan di Bone.

Hingga berita ini diterbitkan, ENews Indonesia masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian terkait dugaan sindikat penggelapan kendaraan tersebut serta langkah penyelidikan yang akan dilakukan.





Tinggalkan Balasan