ENEWS BONE •• Sejumlah petani di Kabupaten Bone mengeluhkan sikap Perum Bulog Bone yang dinilai merugikan mereka.
Kepala Desa Arasoe, Andi Amal Pasha mengungkapkan, para petani di wilayahnya menyebut bahwa pihak Bulog tidak menyerap semua gabah petani.
“Selain itu, kurangnya armada Bulog yang menjemput gabah petani kami. Jadi gabah petani yang sudah bermalam ditolak oleh Bulog dengan alasan bahwa gabahnya sudah rusak. Gabahnya rusak kan, gara-gara armada Bulog tidak kunjung datang,” kata Andi Amal kepada ENews Indonesia, Selasa (25/3/2025).
Tak hanya itu kata Andi Amal, Bulog juga tidak mau menjemput gabah petani apabila di bawah 5 Ton.
“Bulog tidak pernah turun ke lapangan melihat kondisi petani. Gabah petani dibeli tengkulak di bawah Rp 6500. Petani kami beralasan, dari pada gabah mereka rusak lebih baik dijual Rp 6.300,” ungkapnya.
“Menjerit petani di desaku ndi’ (adik. Red) gara-gara aturan seperti ini,” tandasnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogramnya. Hal itu pun juga telah diumumkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di setiap masjid yang ada di Kabupaten Bone. (Redaksi)






