Siapa Pemilik Sabu 7 Kg di Bone yang Diamankan di Kendari?

Ilustrasi. (File ENews)

ENEWS, KENDARI •• Seorang kurir sabu bernama B (40) diringkus polisi di Jalan Pembangunan, Kelurahan Benu-benua, Kecamatan Kendari Barat, pada Rabu dini hari (7/5/2025) sekitar pukul 05.30 Wita.

Tak main-main, dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu dengan berat bruto tujuh kilogram.



“Benar, kami telah berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba dengan barang bukti sabu seberat kurang lebih 7 kilogram,” kata Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra, Kompol Syahrul kepada awak media, Senin (12/5/2025) lalu.

Dari hasil interogasi polisi kata Kompol Syahrul, B memperoleh sabu tersebut dari seorang bandar besar yang beroperasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Menurut pengakuannya, barang haram ini berasal dari Bone. Pelaku membawanya melalui perjalanan darat yang cukup panjang, melewati rute Bone – Palopo – Malili – Kolaka Utara – Kolaka, sebelum akhirnya tiba di Kendari,” paparnya.

Dengan menjadi kurir sabu, B dijanjikan imbalan yang menggiurkan sebesar Rp 10 juta untuk setiap kali pengiriman. Tak hanya itu, pelaku juga akan menerima bonus tambahan sebesar Rp 1 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diedarkan.

“Dengan membawa tujuh kilogram sabu ini, pelaku diperkirakan akan mendapatkan total upah sebesar Rp 17 juta,” terangnya.

Modus operandi yang digunakan oleh jaringan ini tergolong rapi dan terstruktur.

Pelaku tidak melakukan transaksi di tempat umum, melainkan langsung mengantarkan barang haram tersebut kepada pelanggan tetapnya secara tertutup di kediaman masing-masing.

“Pola distribusi seperti ini menunjukkan bahwa jaringan internasional mulai menyasar wilayah timur Indonesia, dan kami akan terus meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengembangan intensif untuk membongkar jaringan yang lebih luas dan menangkap bandar besar yang mengendalikan pergerakan B.

Sementara, warga Kabupaten Bone tercengang mencengar kabar buruk itu. Bayangkan saja, Tujuh kilo gram sabu berhasil lolos di wilayah Bone yang saat ini terus dipantau terkait peredaran gelap narkoba.

“Entah siapa dalangnya, apakah dibantu oknum aparat penegak hukum atau lainnya, kami kaget mendengar kabar itu,” kata Ketua Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone Andi Singkeru Rukka, Kamis (15/5/2025).

Andi Singke mengungkapkan, baru-baru ini polisi telah mengamankan Butunge yang juga merupakan bandar narkoba setara dengan Koko Jhon, bisa jadi (diduga) dia merupakan dalang sabu tersebut melihat dari sepak terjangnya.

Namun kata Andi Singke, masih ada orang Bone jaringan Pulau Kalimantan yang diduga masih beroperasi di Kabupaten Bone.

“Ada data yang kami pegang terkait jaringan Pulau Sebatik dan yang menggerakkan orang Bone ada inisial F, H, dan HM. Orang-orang ini jarang muncul di Bone, tapi jaringannya diduga jalan di Bone,” terangnya.

Mewakili masyarakat Bone, Andi Singke berharap pihak berwenang mengusut tuntas asal barang haram tersebut.

“Kami warga Bone malu dengan hal ini, betul sudah garis merah, dan kita semua harus melakukan perlawanan terhadap peredaran narkoba. Sungguh bejat mereka-meraka oknum warga Bone yang ingin merusak daerahnya dengan sabu demi kepentingan pribadi,” pungkasnya.

#Redaksi





Tinggalkan Balasan