Bone  

Sempat Viral, Perakit Helikopter di Bone Kembali Benahi Rakitannya

Saat ujicoba itu, nampak ketika tuas diangkat, helikopter terlihat mampu terangkat hingga ketinggian 40 hingga 80 cm di atas permukaan tanah dengan kondisi seimbang.

“Tadi itu baru setengah gas saat saya naikkan tuasnya. Tadi bisa terangkat dan bertahan sampai 1 meter jika tidak saya turunkan tuasnya. Saya masih takut karena kondisi medan juga yang sempit disini, apalagi saya takut nanti tidak bisa kendalikan,” ungkap Kahar.

Rancangan helikopter Kahar ini diyakininya suatu saat akan mampu terbang. Dia mengaku tidak akan pernah putus asa selama dirinya masih diberi kesehatan dan umur panjang untuk terus belajar dan membenahi helikopter impiannya ini. Dirinya pun saat ini mencari orang yang tepat untuk bisa diajaknya bekerjasama dan faham untuk menerbangkan helikopter rakitan ini.

“Saat ini, saya mencari teman yang cukup berani dan tahu untuk coba menerbangkan helikopter ini. Dan jika ada yang bersedia, saya undang secara terbuka untuk datang ke sini,” kata Kahar.

Untuk membenahi dan terus meningkatkan kemampuan helikoter rakitan ini, Kahar mengaku terus belajar melalui google dan youtube dengan otodidak.

“Sampai subuh kadang saya terus belajar melalui google dan youtube. Kemudian saya benahi lagi. Mungkin banyak perbedaan juga dengan rancangan helikopter lainnya yang coba dibuat di Indonesia. Tapi, saya yakin yang saya buat ini jauh lebih baik,” pungkas Kahar.

Zulkipli





Penulis: SulkifliEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan