ENEWS, MAKASSAR •• Suasana di kawasan Pannampu, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar berubah mencekam pada Selasa siang, Selasa (18/11/2025) setelah bentrokan besar pecah antara kelompok Saparia dan kelompok Borta. Warga menyebut situasi hari itu sebagai yang paling tegang dalam beberapa bulan terakhir.
Pemicu kerusuhan diduga berawal dari tewasnya seorang tokoh penting dari kelompok Saparia, yang dikenal sebagai panglima kelompok, setelah terkena tembakan senapan angin.
Peristiwa itu kemudian memantik kemarahan kelompoknya dan memicu serangan balasan secara masif.
Ketegangan yang awalnya hanya berupa konsentrasi massa, berubah menjadi serangan dua arah menggunakan busur panah, batu, hingga benda-benda yang dapat dijadikan proyektil.
Dalam kekacauan itu, sebuah rumah warga hangus terbakar, diduga karena lemparan benda pembakar saat kedua kelompok saling serang.
Warga di sekitar lokasi memilih meninggalkan rumah mereka untuk menghindari imbas konflik.
Jalan utama menuju kawasan Beroanging sempat lumpuh total, sementara suara benturan batu dan tembakan busur terdengar berulang kali.
Kapolsek Tallo AKP Syamsuardi, yang berada langsung di lokasi, mengonfirmasi bentrokan mulai terjadi sejak pukul 13.00 Wita di area Pekuburan Beroanging.
“Iya, saya di TKP sekarang. Tadi (tawuran) sejak pukul 13.00 di pekuburan Beroanging,” ujar Syamsuardi saat coba dikonfirmasi ENews Indonesia.
Hingga pukul 13.55 Wita, kedua kelompok masih terlibat saling serang. Polisi menyebut sejumlah rumah ikut terbakar, namun jumlah pasti belum dapat dipastikan karena api masih menyala saat petugas tiba.
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa konflik komunal seperti ini berpotensi membawa dampak jangka panjang seperti Kerusakan harta benda yang biasanya ditanggung warga tidak terlibat.
Selain itu Trauma psikologis terutama pada anak-anak yang menyaksikan kekacauan dana terganggunya aktivitas sosial-ekonomi karena akses jalan ditutup ditambah Risiko jatuhnya korban jiwa baru akibat penggunaan senjata berbahaya seperti busur panah.
Aparat mengimbau warga untuk tidak terprovokasi, menjaga jarak dari lokasi bentrokan, serta melaporkan setiap potensi eskalasi ke pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi masih dalam proses penanganan aparat gabungan yang berupaya memisahkan massa dan mencegah kericuhan lanjutan.
Jurnalis: Angki Perdana






