ENEWS PENDIDIKAN •• Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) Posko 78 Desa Mattanete Bua, Kecamatan Palakka menggelar Sosialisasi Bahaya dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.
Kegiatan tersebut digelar di SMAN 30 Bone yang dihadiri sekira 50 siswa/siswi, Kamis (31/10/2024). Hadir sebagai narasumber, anggota Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone.
Salah seorang anggota Forbes yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, A. Ardiman memberikan pengetahuan dan dampak dari narkoba kepada peserta siswa sekolah tersebut.
“Ingat, cara masuk Narkoba itu karena pegaulan, hati-hati dalam bergaul. Cerdas memilih teman,” ujarnya.
Selain itu, orang yang gampang terjebak Narkoba yakni orang yang suka menyendiri, stres hingga pelariannya ke Narkoba.
“Jika melihat temanta sering murung, menyendiri, sapa, dan hibur,” katanya.
Adapun dampaknya jelas Ardiman, akan merusak fisik dan mental.
“Merusak organ-organ tubuh itu secara fisik. Parahnya, akan berdampak pada mentalnya, orang yang awalnya jujur akan jadi pembohong, jadi pelit, dan banyak dampak yang merusak mental lainnya hingga mencuri bahkan celengan masjid juga disikat,” jelasnya.
“Selain itu berdampak pada pendidikan, tidak fokus belajar, arah berfikirnya tidak jelas dan akan terkucilkan di lingkungannya. Harus disadari sejak dini,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota Forbes lainnya,Bang Kemet menceritakan pengalaman kelam saat dirinya berada di dunia gelap peredaran Narkoba.
“Saya bukan mantan pemakai (Narkoba) dik, saya mantan bandar. Semua harta habis disita polisi, sekolah putus, dan menjadi orang yang tak ada apa-apanya. Kalau mau seperti saya, silakan coba Narkoba,” ujarnya.

Sementara, Koordinator mahasiswa KKN IAIN Bone Posko 78 Desa Mattanete Bua, Andi Muh Albi menyampaikan bahwa tujuan diadakannya program kerja ini, untuk memberikan pemahaman kepada adik-adik generasi muda yang ada di Desa Mattanete Bua betapa buruknya atau betapa bahayanya narkoba pada saat ini.
“Serta dapat memberikan kesadaran kepada anak muda yang ada di desa ini terutama di kalangan remaja untuk tidak mengomsumsi dan tidak terjerumus dalam bahaya narkoba ini,” kuncinya. (Lee)






