ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Anggota DPRD Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Fraksi Hanura, Wenseslaus Wege diduga melontarkan tudingan ke yayasan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere melakukan pembohongan terkait sewa pakai Aset Pemda Sikka untuk meraup kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Tudingan yang dilontarkan beberapa waktu lalu tersebut memancing reaksi pihak Unipa hingga siang tadi, warga dan civitas akademika Unipa mendatangi DPRD Sikka, Jum’at (24/2/2023).
Dalam pantauan Enewsindonesia.com, ribuan keluarga besar Unipa Maumere baik mahasiswa, dosen, satpam tergabung dalam aksi tersebut.
“Kami terusik akibat rentetan pernyataan Wenseslaus Wege yang telah membuat fitnah melalui media dan membias sampai menyebut keterlibatan kroni-kroninya pihak yayasan. Kami hadir di sini, berdiri di terik matahari yang panas ini meminta agar anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege agar segera keluar bertemu kami masyarakat untuk menjelaskan dan klarifikasi pernyataannya itu,” teriaksalah satu orator aksi melalui pengeras suara.
Kuasa hukum Unipa, Alfonsus Ase dalam penyampaiannya di depan massa aksi meminta agar Wenseslaus Wege memberikan uraian-uraian penjelasan yang sebenar-benarnya.
“Agar hal ini tidak menimbulkan fitnah dan bias, katakanlah yang sebenar-benarnya atas apa tuduhan yang sudah tersebar melalui media, kita hormati itu, karena kedatangan kami ke DPRD Sikka sini bukan mau berbenturan, namun agar bisa diklarifikasi sesuai apa yang dituduhkan kepada UNIPA Maumere. Bila perlu silahkan tunjuk batang hidungnya siapa yang dimaksud kroni-kroni itu,” Tagas Alfonsus Ase dalam penyampaiannya di pelataran DPRD Sikka.
Selain itu, Alfonsus Ase membungkus beberapa kesimpulan dalam perspektif hukum sebagai bahan permintaan klarifikasi kepada Wenseslaus Wege yang oleh UNIPA Maumere merendahkan harkat dan martabat dan hanya di nilai fitnah itu.
1. Penolakan terhadap tudunan yang disampaikan saudara Wenseslaus Wege;
2. Meminta saudara Wenseslaus Wege menyatakan dengan clear dan jelas terkait tuduhan penggelapan aset;
3. Meminta saudara Wenseslaus Wege menunjuk siapa orang yang menjadi kroni-kroni yang mengambil keuntungan dari pendirian UNIPA.
Sementara itu, Wenseslaus Wege yang ditemui awak media di dalam ruangan sidang utama Kantor DPRD Kabupaten Sikka menyebutkan, sebagai anggota legislatif tugasnya adalah berbicara di dalam gedung DPRD.
“Saya kalau klarifikasi ke luar, saya sebagai anggota DPRD, tugas saya berbicara di ruangan DPRD, di dalam gedung ini. Saya kasih contoh, ketika saya mau pergi bertamu di rumah tetangga atau keluarga, saya tidak mungkin datang lalu teriak orang dalam rumah untuk bicara di luar rumah, saya berbicara dan saya mau silahkan hadir di ruangan ini,” tegas Wenseslaus Wege.

Dirinya menegaskan, hanya akan berbicara dengan para petinggi Yayasan Unipa Maumere karena dirinya akan berbicara tentang aset daerah Kabupaten Sikka.
“Saya siap melakukan klarifikasi tetapi kapasitas saya sebagai anggota DPRD yang berwenang dan bertanggung jawab kepada negara dan pemerintah daerah atas penyelenggara pemerintah di daerah ini, saya tidak pernah berbicara atas nama pribadi,” tandas Wenseslaus Wege kepada awak media.
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Donatus David dalam pernyataannya memberikan kesempatan kepada pihak yayasan Nusa Nipa dan Unipa Maumere untuk berdialog dengan DPRD Kabupaten Sikka pada tanggal 10 Maret 2023 mendatang. (Faidin)






