Putus Hubungan Berujung Kekerasan, Remaja Bone Alami Puluhan Luka Lebam

Foto: Korban penganiayaan berinisial NS (18) saat berada di Mapolres Bone untuk melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya. Wajah korban sengaja diburamkan demi melindungi identitas.

ENEWS, BONE ••》Malam itu seharusnya biasa saja bagi NS (18). Namun yang terjadi justru menjadi pengalaman pahit yang meninggalkan luka, bukan hanya di tubuhnya tetapi juga dalam ingatannya.

Remaja perempuan asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu diduga menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya sendiri, DR (19).



Akibat kejadian tersebut, tubuh NS dipenuhi luka lebam setelah diduga dipukuli di sebuah kamar kos di Jalan Langsat, Watampone.

Peristiwa itu terjadi pada malam Jumat (6/3). Menurut pengakuan NS, malam itu ia dijemput oleh DR yang selama ini menjadi pacarnya. Ia kemudian dibawa ke sebuah kamar kos milik pelaku.

Namun setibanya di lokasi, situasi berubah menjadi menegangkan. NS mengaku justru mengalami tindakan kekerasan dari orang yang selama ini dekat dengannya.

“Saya sudah pacaran selama lima bulan, tapi orangnya kasar sekali. Saya sering dipukul, jadi saya minta putus. Tapi dia tidak terima,” ujar NS saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Menurut pengakuannya, pelaku bahkan sempat mendatangi rumahnya sambil menggedor pintu sebelum akhirnya menjemputnya dan membawanya ke kos tersebut. Di tempat itulah, NS mengaku dipukuli berulang kali.

“Dia datang ke rumah sambil menggedor-gedor pintu, lalu saya dijemput paksa ke kosnya. Di sana saya dipukuli habis-habisan pakai tangan, helm, sama kursi,” katanya.

Akibat kejadian itu, tubuh NS mengalami sekitar 30 luka lebam di berbagai bagian, mulai dari tangan hingga kaki. Kelopak matanya juga terlihat memerah akibat pukulan keras yang diterimanya.

Meski berada dalam kondisi terluka, NS berusaha menenangkan situasi. Ia mengaku menunggu hingga subuh untuk membujuk pelaku agar diantar pulang.

“Setelah saya dipukul, subuhnya saya bujuk dia supaya diantar pulang. Akhirnya saya diantar pulang ke rumah sama teman perempuannya,” tuturnya.

Sesampainya di rumah, NS memilih mengurung diri di kamar. Ia berusaha menutupi luka-luka di tubuhnya karena masih diliputi rasa trauma.

Namun rahasia itu akhirnya terungkap ketika salah satu kerabatnya melihat kondisi tubuhnya yang penuh lebam. Informasi tersebut kemudian sampai kepada tante korban.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga NS akhirnya mendampingi korban melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone pada Minggu malam (8/3).

“Sudah saya laporkan semalam di Polres Bone,” kata NS.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus itu.

“Laporannya baru semalam, sementara kami dalami,” ujarnya.

Kini, kasus tersebut tengah dalam proses penyelidikan. Sementara bagi NS, luka di tubuhnya mungkin akan perlahan sembuh. Namun pengalaman pahit yang dialaminya menjadi pengingat tentang hubungan yang berubah menjadi kekerasan. (Red)





Tinggalkan Balasan