Puluhan Laskar Islam DIY – Jateng Geruduk Disparpora 

Foto: Massa Ormas Islam yang mendatangi Disparpora Kabupaten Magelang mendesak agar video iklan Candi Borobudur yang mengandung frasa umrah dihentikan dan pelakunya ditangkap karena menghina Agama Islam. (Dok. ENews)

ENEWS, MAGELANG •• Diduga menista salah satu agama lain, video iklan wisata Candi Borobudur yang viral di media sosial (Medsos) memantik amarah umat muslim wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – Jawa Tengah (Jateng).

Karena itulah, pada Rabu (4/6/2025), puluhan massa dari organisasi masyarakat (O)rmas Front Jihad Islam (FJI) dan masing-masing perwakilan Ormas DIY – Jateng Forum Ukhuwah Islamiyah Magelang Raya (Fuimara), Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Gerakan Rakyat menggeruduk Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Jateng, Rabu (4/6/2025).



Panglima FJI DIY – Jateng, Ustadz Abdul Rahman Abu Dzaki mengungkapkan, kedatangan mereka ke Disparpora Kabupaten Magelang di Jalan Sukarno – Hatta, Sawitan, Kecamatan Mungkid untuk menemui pihak dinas setempat  mempertanyakan konten video iklan Candi Borobudur yang viral di Medsos.

Pasalnya, iklan itu dinilai menista Agama Islam dan berpotensi memecah belah antar umat beragama.

Menurutnya, tempat umat Islam melaksanakan ibadah umrah dan haji tidak ada tempat lain selain Tanah Suci Mekkah.

Sedangkan dalam video iklan frasa umrah Candi Borobudur sangat jelas telah menista agama Islam karena dalam konten iklan itu disampaikan bahwa tidak perlu jauh-jauh melakukan umrah ke Tanah Suci dengan biaya puluhan juta.

“Cukup umrah di Candi Borobudur dan candi-candi yang ada di DIY – Jateng karena Candi tersebut juga tempat suci warisan leluhur,” kata Ustadz Abdul Rahman.

Dia mendesak pihak Disparpora Kabupaten Magelang memberikan penjelasan terkait video itu.

Sementara itu, Ketua Fuimara, Priyo Waspodo mendesak pihak Disparpora untuk mencari tahu komunitas pembuat konten iklan Candi Borobudur yang berbau Sara itu.

Tidak hanya dicari, tetapi para pelakunya harus diseret ke hukum dan diminta keterangan tujuan dalam membaut dan mem-viral-kan video dimaksud.

“Kami minta Disparpora tidak hanya menjelaskan jika video iklan otu bukan produk Disparpora. Tetapi, juga mencari para pelaku yang membuat dan memposting di Medsos karena perbuatan mereka itu sangat berbahaya dan bisa memecah belah kerukunan beragama,” ujar Priyo Waspodo.

Sementara, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Mulyanto. Di hadapan massa Laskar Islam, dia menjelaskan bahwa video iklan promosi Candi Borobudur yang ada Frasa Umrah dan viral di medsos bukan produk pihaknya.

“Kami sendiri kaget atas adanya iklan yang viral dan memantik amarah netizen. Apalagi netizen mengarah ke kami selalu pihak yang memproduksi  iklan itu,” kata Mulyanto.

Pantauan di lapangan, massa yang datang ke kantor Disparpora Kabupaten Magelang, dipimpin oleh Panglima DPP FJI DIY – Jateng, Ketua Fuimara, dan pimpinan perwakilan laskar Islam DIY – Jateng yakni dari Kabupaten Bantul, DIY, Kabupaten Sleman, DIY, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Klaten, Salatiga, Ungaran, Kabupaten Temanggung dan Wonosobo.

(Jurnalis: Muhammad)





Editor: Abdul

Tinggalkan Balasan