PMII Duga Polda Sulbar Ada Kongkalikong dengan Pengusaha Oli Palsu di Wonomulyo

Foto: Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) Refli Sakti Sanjaya. (Ist)

ENEWS, MAMUJU •• Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) Refli Sakti Sanjaya, menyayangkan pihak lembaga kepolisian karena tidak adanya transparansi mengenai perkembangan penemuan oli yang diduga palsu di Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Menurutnya, penanganan kasus dugaan oli palsu di Polda Sulbar hingga kini belum menemui titik terang.



“Maka dari itu jangan salahkan publik jika beranggapan bahwa Polda Sulbar telah berkongkalikong dengan pengusaha oli palsu, yang sudah mereka gerebek tersebut,” ucap Refli, melalui press rilisnya, Senin (09/06/25).

Ia pun membandingkan masalah tersebut dengan kasus rokok ilegal yang baru-baru ini juga ditindak tegas oleh Ditreskrimsus Polda Sulbar.

“Jangan nanti kasus rokok ilegal yang diketahui kemarin banyak dikonsumsi oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah karna harga murah itu justru cepat ditindaki dan dipublikasi,” ungkapnya.

“Tapi kasus oli palsu, yang jelas-jelas ilegal ini justru seolah ada upaya pengaburan terhadap kasusnya, karena sampai saat ini terbukti masih belum jelas perkembangan informasi penanganannya,” sambungnya.

Sakti mengatakan, harusnya Polda Provinsi Sulbar sebagai lembaga penegak hukum bisa bekerja tanpa pandang bulu.

“Dengan lambatnya penanganan dugaan oli palsu ini, tentu juga adalah catatan buruk tersendiri untuk Kapolda sebagai pimpinan tertinggi di instansinya ” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mendesak Kapolri agar mencopot Kapolda, Ditreskrimsus Polda Sulbar, ketika dalam waktu dekat ini belum ada rilis penetapan tersangka atas kasus oli palsu tersebut.

“Sebab, jika kasus oli palsu ini terus mogok tanpa kejelasan dan di sisi lain Kapolda beserta Ditreskrimsus-nya juga tidak dicopot dari jabatannya, maka kami yakin akan menimbulkan gejolak lebih besar lagi di publik sebab kesannya sudah menginjak-injak citra penegakan hukum di Sulbar,” tutupnya.

Diketahui, Polda Sulbar melalui Ditreskrimsus telah melakukan penggerebekan di sebuah gudang pupuk subsidi di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Pada Minggu (25/05/25) lalu yang diduga menjadi tempat penyimpanan oli yang diduga palsu. (Red)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan