ENEWS, BONE ••》Suasana malam yang semula diisi dengan pesta minuman keras di Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang pemuda berinisial Gilang Saputra (20) tewas setelah ditikam rekannya sendiri menggunakan sebilah badik.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 00.30 WITA di kawasan Lingkungan Limpenno, Kelurahan Toro. Korban diketahui tengah menghabiskan malam bersama pelaku, A. Agung (28).
Keduanya sempat mengonsumsi minuman beralkohol di lokasi kejadian sebelum situasi berubah menjadi pertikaian yang berujung maut.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan mengungkapkan, insiden bermula saat korban diduga terus memaksa pelaku untuk meminum minuman keras hingga pelaku tersulut emosi.
“Awalnya korban dan pelaku minum alkohol bersama. Karena pelaku terus dicekoki minuman oleh korban, pelaku emosi hingga terjadi perkelahian. Dalam kondisi tersebut, pelaku mengambil badik dan menikam korban satu kali pada bagian dada,” ujar AKP Alvin.
Tusukan tersebut mengenai dada sebelah kanan korban. Meski sempat berupaya ditolong oleh saksi yang berada di lokasi, nyawa Gilang tidak berhasil diselamatkan akibat luka yang dideritanya.
Seorang saksi bernama Herdianto (26) yang menyaksikan kejadian itu berusaha melerai keduanya. Setelah melakukan penikaman, pelaku sempat membuang badik beserta sarungnya di sekitar lokasi.
Tim Resmob Polres Bone yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan, sementara senjata tajam jenis badik yang digunakan dalam aksi tersebut turut disita sebagai barang bukti.
Polisi memastikan kasus ini masih dalam proses penyidikan. Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 458 Ayat (1) KUHP Baru tentang tindak pidana pembunuhan, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konsumsi minuman beralkohol yang tidak terkendali dapat memicu tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari penyalahgunaan minuman keras demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.






