ENEWS POLMAN •• Sampah masih menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) karena mengganggu pemandangan dan bau tak sedap.
Untuk mengatasi itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Polman melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman mengambil langkah untuk melakukan pengiriman sampah yang sudah dipilah untuk dikirim keluar daerah untuk dikelola.
“Bupati Polman H. Samsul Mahmud bersama Wakilnya, H. Andi Nursami Masdar telah melakukan pelepasan secara simbolis pengiriman sampah ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebanyak 12 ton,” ucap Kepala Dinas DLHK, Jumadi Tappawali, Jumat (14/3/2025) kemarin.
Sampah yang dikirim itu berupa plastik kresek yang sudah dipilah dan dikumpulkan sejak bulan November tahun 2024.
Sampah plastik yang dikumpulkan seperti bekas pembungkus indomie, kantong plastik, plastik pembungkus gula pasir, tepung dan plastik sejenisnya dan dilakukan pemilahan warna pelastik.
“Ketika kita mampu pilah plastik bening dan plastik berwarna maka harganya juga akan berbeda,” ujarnya.
“Pengiriman barang sampah plastik yang sudah dipilah itu sekitar 12 ton. Kita sudah berangkatkan 4 unit mobil untuk mengangkut. Setiap mobil mengangkut 3 ton untuk dibawa ke Kabupaten Gowa, Sulsel,” paparnya.
Setelah sampai di Gowa, bahan baku yang kita kirim akan dikelola untuk menjadi produk. Setelah jadi dalam bentuk pelet plastik maka dikirim ke Surabaya untuk dijadikan produk jadi seperti baskom, ember dan jenis plastik lainnya.
“Bupati kita adalah seorang pengusaha. Kita berharap Bupati bisa menghadirkan teknologinya di Polman untuk mengelola sampah plastik. Teknologi yang lengkap dan sederhana sehingga kita bisa membuat baskom dan membuat aneka macam plastik lainnya,” ucapnya.
Kalau itu terjadi, maka pengolahan sampah plastik di Polman juga akan membuka lapangan kerja. bukan hanya itu, tapi sampah plastik di Kabupaten Majene, Mamasa dan enam kabupaten lainnya di Sulbar bisa dikelola di Polman.
Untuk mengatasi persoalan sampah di Polman, Jumadil mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan gemar bersedekah sampah.
“Terkadang masyarakat menilai bahwa sampah itu tidak punya nilai, padahal ada nilainya. Sekecil apapun sampah yang kita kumpulkan lalu kita sedekahkan maka itu akan bernilai ibadah. Sampah yang kita kumpulkan kita kelola lalu kita jual, dari hasil itulah 12.5 persennya akan kita bagi ke Badan Zakat Nasional (Baznas) Polman,” imbuhnya.
Jurnalis: Hasbi Waluyo






