ENEWSINDONESIA.COM •• Daruratnya penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan (Narkoba) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi hal yang memprihatinkan. Semua elemen masyarakat harus aktif mencegah dan memberantas barang yang merusak ini.
Pencegahan dan pemberantasan serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba juga tidak dapat terlepas dari agama.
“Agama punya kekuatan yang sangat luar biasa khususnya sebagai fungsi kontrol individu dari segi spiritual,” kata tim rohaniawan dari Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone Ust. Abduh Aras Lc kepada Enews Indonesia, Kamis 15 Agustus 2024.
Lebih lanjut Abduh menjelaskan, Narkoba berbeda dengan bahan berbahaya lainnya. Rokok yang berbahaya saja masih memiliki kemanfaatan. Namun karena bahayanya lebih dominan dibanding manfaatnya, syariat pun melarangnya (dengan berbagai pendapat).
“Apalagi narkoba. Bahayanya begitu jelas. Malah manfaatnya yang samar atau bahkan tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Abduh menegaskan, mengonsumsi Narkoba membuat orang sama sekali tidak peduli dengan hukum-hukum agamanya. Sama sekali tak menaruh perhatian kepada penciptanya.
“Ia tak lagi memiliki semangat untuk taat. Malah antusias untuk bermaksiat dan hal-hal lainnya yang merusak agama dan menyia-nyiakan akhirat,” katanya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum keras) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. al-Ma’idah 5 : 90).
Hal senada juga disampaikan tim rohaniawan Forbes lainnya, Ust. Aprizal menjelaskan, Narkoba adalah barang yang merusak akal pikiran, mental, kesehatan fisik, dan bahkan bisa membuat lemah jiwa sebagaiman dampaknya Khamar (minuman beralkohol).
“Itu diharamkan dalam Islam ketika dikomsumsi, mau sedikit atau banyak, apatalagi sudah menjadi kebutuhan sehari hari karena ketergantungan,” kata Ust. Aprizal kepada Enews Indonesia, Kamis 15 Agustus 2024.
Maka dari itulah Narkoba juga termasuk dalam kategori yang diharamkan Allah SWT.
Nabi SAW dalam sebuah riwayat dari Ummu Salamah RAH, ia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ
“Rasulullah SAW melarang dari segala yang memabukkan dan Mufattir, (yang membuat lemah Fisik maupun Jiwa).” (HR: Abu Daud dan Imam Ahmad).
“Kalimat sederhana dan umumnya kira-kira seperti ini. Apa sajalah yang berbentuk makan/minuman yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan pernapasan dan peredaran urat nadi dan juga darah, ketika kemudharatannya jauh lebih besar dari manfaatnya maka dia sudah menjadi haram dikomsumsi dalam kaca mata Islam,” jelasnya.
Lebih-lebih itu berbentuk Narkoba dengan sagala jenis dan variannya.
“Belum lagi efek sosial, efek sikologis. Semua akan berdampak buruk bagi pemakai dan lingkungan juga keluarganya,” tuturnya.
Lebih jauh Ust. Afrizal menegaskan, tidak ada nilai-nilai kebaikan sedikitpun, selain nilai-nilai keburukannya (Narkoba) saja semata.
Mari perhatikan tiga Ayat di dalam Al Qur’anul Karim yang mana Allah memberi peringatan kepada hamba-hambanya, mempertegas dalam larangan serta ancamannya:
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”
{QS: Al A’raf, Ayat-157}
“Pemakai dan penikmat Narkoba sangat jelas berdampak buruk bagi sendi-sendi kehidupan mereka, endingnya hanya akan menhasilkan sebuah kehancuran dan kebinasaan,” tuturnya.
Peringatan Allah SWT.
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
{QS: Baqarah-195}
Ketika lembah kebinasaan yang dimaksud Allah tersebut terjadi. Maka secara hakikatnya itu akan membunuh karakter baik, akhlak mulia, usaha, profesi dll.
Bahkan akan membunuh dirinya sendiri secara perlahan lahan.
Di QS: An Nisa- 29 Allah Ta’ala Telah Ingatkan)
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”
“Makanya setelah Forbes Anti Narkoba lahir di Bone, maka perlu penguatan dari sisi spiritual dalam hal ini adanya Bidang Kerohanian yang senantiasa ikut andil dan pro aktif dalam setiap syiar Da’wahnya,” tandasnya.






