“Jangan bangga hanya karena hafal 30 juz. Banggalah ketika hafalan itu membentuk akhlakmu, membimbing langkahmu, dan membuatmu takut bermaksiat.”
ENews, Makassar •• Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Jilid II yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar resmi dimulai, Jumat (18/7/2025). Acara yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang ini dibuka dengan serangkaian kegiatan yang mempertemukan pondok pesantren se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang diikuti 167 peserta pada pukul 06.30 Wita dengan proses check-in dan registrasi peserta. Para peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Sulawesi Selatan memulai hari mereka dengan persiapan untuk kompetisi yang dijadwalkan berlangsung sepanjang hari.
Pada pukul 08.00 hingga 11.00 Wita, berlangsung Musabaqah untuk seluruh kategori yang diikuti oleh para santri dari berbagai pondok pesantren.
Kompetisi ini mencakup penilaian hafalan Al-Qur’an di berbagai level, termasuk 5 Juz, 10 Juz, 20 juz hingga 30 Juz.
Setelahnya, dilanjutkan dengan Babak Penyisihan MHQ pada kategori 5 Juz, 10 Juz, 20 juz dan 30 Juz yang berlangsung di Aula serbaguna hingga pukul 17.00 WITA.
Pada pukul 20.00 Wita, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi Musabaqah Hifdzil Qur’an, yang dimulai dengan defile seluruh peserta dan profil dewan hakim.
Ketua IKDH Makassar, Ustadz Rajuddin dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan MHQ ini bukan sekedar kompetisi, namun merupakan ikhtiar mulia untuk menyatukan hati para huffazh (penghafal Al Qur’an), mempererat silaturahmi antarpondok pesantren, dan mengokohkan semangat ukhuwah Qur’aniyah (konsep persaudaraan yang bersumber dari ajaran Al-Quran) di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya lomba, ini adalah cara kita mempertemukan kembali semangat yang pernah dibangun di pondok, semangat menghafal, menjaga, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi seluruh santri dan dukungan dari para pembina, pengasuh pondok pesantren, dan jajaran panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.
Tak lupa, Ustadz Rajuddin mengingatkan bahwa IKDH sebagai wadah alumni bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk memberi kontribusi nyata dalam dakwah dan pendidikan Qur’ani, khususnya di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffadh, Al-Ustadz Sa’ad Said, menegaskan bahwa MHQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi merupakan manifestasi dari ruhul jihad (jiwa jihad) dalam menjaga, memelihara, dan menyebarluaskan Kalam Allah di tengah masyarakat.
“Hari ini kita tidak sekedar mendengarkan lantunan ayat-ayat suci. Kita sedang menyaksikan bukti nyata bahwa generasi Qur’ani itu nyata, hidup, dan terus berjuang,” ujarnya penuh haru.
Ustadz Saad juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas semangat para santri, dukungan para alumni, dan kerja keras panitia IKDH Makassar dalam menyukseskan MHQ jilid kedua ini.
Ia menekankan bahwa keberlangsungan kegiatan semacam ini adalah indikator hidupnya semangat pesantren, serta bukti bahwa alumni Darul Huffadh tetap membawa misi Al-Qur’an ke mana pun mereka pergi.
“Jangan bangga hanya karena hafal 30 juz. Banggalah ketika hafalan itu membentuk akhlakmu, membimbing langkahmu, dan membuatmu takut bermaksiat,” tegasnya disambut gemuruh takbir hadirin.
Mengakhiri sambutannya, Ustadz Sa’ad mendoakan agar MHQ ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dan menjadi pemantik lahirnya generasi yang akan menjaga Indonesia dengan cahaya Al-Qur’an.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, Gubernur Sulsel diwakili Asisten 2 Pemprov Sulsel Ichsan Mustari, yang mewakili Kapolda Sulsel, Wakil Walikota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Asisten 1 Pemerintah Kota Makassar Andi Muh Yassir, dan Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Makassar Muh Syarif.
Tepat pukul 21.42 Wita, acara dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter yang akan mengulas perjalanan dan pencapaian Pondok Pesantren Darul Huffadh dalam mendukung program MHQ.
Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan Musabaqa Jilid II menjadi ajang bagi para santri untuk mengasah kemampuan hafalan mereka, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pondok pesantren di Sulawesi Selatan.
Acara pembukaan resmi ini diakhiri dengan sesi foto bersama tamu undangan, peserta, panitia, warga IKDH, dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffadh.
Cek nama-nama peserta di sini.






