Miris, Tukang Becak yang Tak Pernah Dapat BLT

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Becak sebuah kendaraan roda tiga pernah trend di zamannya. Dengan maraknya kendaraan bermotor, tentu semakin jarang pula pengguna jasa tukang becak. Penarik becak, khususnya di Kabupaten Bone, mayoritas terdiri atas orang-orang tua yang seharusnya dapat berleha-leha menikmati usia senjanya.

Siang terik pada Ahad (10/9/2022) tak menyurutkan niat Ahmad (61) mengais rezeki. Setiap pagi, dia berangkat dari rumahnya di Jalan Pepaya, Kelurahan Macege, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuju Jalan Beringin dekat tugu jam kota Watampone, Sulawesi Selatan untuk mengais rezeki menjadi tukang becak.

Pekerjaan ini sudah dilakoninya puluhan tahun. Sebelum melakoni pekerjaannya ini, Ahmad adalah seorang Buruh Tani di Melle, Kabupaten Bone.

“Ya bersyukur saja karena tidak ada pekerjaan lain, terpenting diberi kesehatan walau keadaan makin sulit,” ujarnya.

Penghasilan dari tukang becak, kata Ahmad yang biasa disapa Hemma ini tak menentu.

“Biasa sampai dua hari tidak ada penumpang,” tuturnya.

Tarif dari tempat mangkalnya di Jalan Beringin menuju ke pasar sentral Watampone seharga Rp. 10.000.

Terkait bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan semacamnya, Ahmad mengaku tak pernah mendapatkannya.

“Belum pernah ada bantuan saya terima selama ini,” ungkapnya kepada Enewsindonesia.com.

Diketahui Kabupaten Bone adalah penerima terbesar di Sulawesi Selatan. Apa yang salah?

Dia bersama beberapa teman se profesinya yang mangkal di lokasi tersebut berharap besar ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Bone.





Tinggalkan Balasan