ENEWS PENDIDIKAN •• Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP/MTs Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan kegiatan Studi Kolaboratif pada Jumat, 1 November 2024, bertempat di UPT SLB Negeri 1 Wajo.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota MGBK dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kualitas layanan bimbingan dan konseling yang lebih inklusif di sekolah-sekolah.
Melalui kegiatan ini, para peserta berkesempatan mempelajari secara langsung praktik pendidikan inklusi, khususnya dalam menghadapi kondisi siswa dengan berbagai latar belakang dan kemampuan yang berbeda.
UPT SLB Negeri 1 Wajo menjadi lokasi ideal untuk kegiatan ini karena telah menerapkan sistem pendidikan inklusif yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus, sehingga memberikan gambaran nyata mengenai pendekatan yang efektif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang ramah bagi semua siswa.
Ketua MGBK SMP/MTs Kabupaten Wajo, Agung Setiawan, S. Pd,.Gr menyampaikan bahwa studi kolaboratif ini juga bertujuan membangun wawasan dan keterampilan baru bagi para guru BK dalam menangani siswa dengan berbagai karakteristik.
“Kami berharap, dengan adanya kolaborasi dan studi langsung seperti ini, para guru BK dapat memperkaya strategi pelayanan mereka, sehingga setiap siswa di sekolah umum juga dapat menerima layanan bimbingan dan konseling yang lebih optimal dan inklusif,” ujarnya.
“Dengan keberhasilan kegiatan ini, diharapkan terjalin lebih banyak kerja sama antar institusi pendidikan, sehingga mutu pendidikan inklusi dapat terus ditingkatkan di seluruh sekolah di Kabupaten Wajo,” tutupnya. (A.M Iqbal)






