Lagi-lagi Dampak Miras, Pemuda di Bajoe Ditikam Saat Pesta

Ilustrasi. (Ist)

ENews, Bone •• Dampak minuman keras yang semakin marak di Kabupaten Bone semakin mengkhawatirkan. Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan acuh akan hal itu. Terpantau hanya sesekali melakukan penindakan yang dinilai hanya sekedar lepas tanggung jawab.

Parahnya, masih banyak masyarakat yang mecari pembenaran terkait miras yang jelas-jelas dilarang agama Islam yang dianut oleh mayoritas warga Kabupaten Bone.

Baru-baru ini, aksi penganiayaan kembali terjadi akibat dari dampak minuman keras di Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone.

Seorang pemuda bernama Nandito (26) harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusukan senjata tajam jenis badik di bagian lengan kiri dan pundaknya.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar memaparkan, kejadian bermula saat Nandito dan pelaku penikaman EM (50) menghadiri acara pesta yang menampilkan musik electone di Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe pada Senin (21/7/2025).

“Keduanya dalam pengaruh minuman keras. Saat acara berlangsung, EM sedang bernyanyi dan ditegur oleh korban sehingga pelaku tersinggung,” ungkap Iptu Rayendra, Selasa (22/7).

Saat korban pulang lanjut Iptu Rayendra, korban diikuti oleh pelaku. Sekitar 100 meter dari lokasi pesta, korban pun diserang menggunakan badik hingga melukai korban, aksi pelaku berhasil dilerai oleh masyarakat sekitar.

“Korban pun dilarikan ke rumah sakit sedangkan pelaku melarikan diri dan dalam pengejaran pihak kami,” tandas Iptu Rayendra.

Kejadian ini menjadi contoh bahwa minuman keras sangat berdampak buruk, baik bagi kesehatan maupun kehidupan sosial masyarakat.





Tinggalkan Balasan